Ads Top

Cara Baru Temukan Planet Alien Melalui Polusi


Tampaknya kemampuan manusia hampir bisa mendeteksi tanda-tanda kehidupan lain di planet alien. Dengan mempelajari atmosfer planet ekstrasurya, ilmuwan bisa mencari gas seperti oksigen dan metana yang berdampingan dan diisi kehidupan. Tapi gas tersebut berasal dari bentuk kehidupan sederhana seperti mikroba. Apakah kita kan menemukan peradaban maju diluar sana, atau mereka meninggalkan tanda-tanda yang bisa terdeteksi?

Jika mereka memuntahkan polusi industri ke atmosfer, mungkin kita lebih cepat menemukannya. Penelitian ini melahirkan teori baru yang diungkapkan ilmuwan asal Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics (CFA), bahwa manusia bisa melihat jejak polusi tertentu dalam kondisi ideal di planet alien. Teori ini menawarkan pendekatan baru dalam pencarian kecerdasan luar bumi (SETI). Penelitian ini dipublikasi dalam The Astrophysical Journal edisi akhir Juli 2014.

Pencarian Planet Alien Melalui Polusi Udara


Henry Lin menjelaskan, ilmuwan menganggap polusi industri sebagai tanda-tanda keberadaan kehidupan makhluk cerdas, tapi mungkin peradaban yang lebih maju dari kita. Mereka akan mempertimbangkan polusi sebagai tanda kehidupan cerdas, karena mencemari udara di planet alien akan semakin mudah ditemukan. Kebanyakan orang sering menyebut ET (Extra teresterial) diantaranya 'manusia hijau', tetapi ET yang terdeteksi dengan metode ini tidak boleh diberi label 'hijau' karena mereka tidak ramah lingkungan.
Gonzalo Gonzalez Abad, ilmuwan dari Smithsonian menyatakan bahwa dimasa mendatang James Webb Space Telescope (JWST) harus mampu mendeteksi dua jenis chlorofluorocarbons (CFC), bahan kimia perusak ozon yang digunakan dalam pelarut dan aerosol. JWST diperkirakan mampu bisa menemukan sinyal CFC jika tingkat atmosfer berkisar 10 kali daripada Bumi. Peradaban sangat maju mungkin sengaja mencemari atmosfer pada tingkat tinggi dan suhu global menghangatkan planet alien yang terlalu dingin bagi kehidupan.
Tetapi menurut ilmuwan, JWST hanya mampu mendeteksi polutan pada planet mirip Bumi yang mengitari sebuah bintang kerdil putih. Skenario ini akan memaksimalkan sinyal atmosfer, menemukan polusi pada planet mirip Bumi yang mengorbit bintang seperti Matahari akan membutuhkan alat tambahan selain JWST atau teleskop generasi berikutnya.

Planet Alien

Bintang kerdil putih mungkin dianggap sebagai tempat yang lebih baik untuk mencari kehidupan daripada perkirakan sebelumnya. Pengamatan terbaru telah menemukan planet di lingkungan yang sama, planet alien ini ternyata mampu bertahan dari bintang sekarat selama fase merah (pergolakan kematian bintang). 

Dalam pencarian peradaban alien di planet lain, teleskop JWST juga bisa mendeteksi sisa-sisa peradaban yang dimusnahkan. Beberapa polutan bisa bertahan selama 50,000 tahun di atmosfer bumi, dan yang lainnya bertahan hanya 10 tahun. Teleskop akan mendeteksi kategori molekul berumur panjang akan menunjukkan bahwa sumber bukti yang hilang. Ilmuwan berspekulasi bahwa alien telah membersihkan polusi mereka, karena mungkin makhluk asing telah menyadari polusi sebagai tanda peringatan bahaya.

Referensi


A New Approach to SETI: Targeting Alien Polluters, 23 July 2014, by Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics. Journal Ref: Detecting industrial pollution in the atmospheres of earth-like exoplanets. The Astrophysical Journal, Cornell University Library, 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.