Ads Top


Simulasi Perjalanan Waktu Berhasil Melalui Lubang Cacing

Perjalanan waktu telah menjadi kisah fantasi dan fiksi, banyak orang tidak meyakini bahwa manusia tidak akan bisa meciptakan mesin waktu. Baru-baru ini, fisikawan asal University of Queensland - Australia telah menggunakan foton untuk mensimulasikan partikel kuantum perjalanan waktu melalui lubang cacing.

Konsep perjalanan waktu bergerak antara titik waktu berbeda dengan cara analog, bergerak antara titik yang berbeda dalam ruang. Umumnya perjalanan waktu menggunakan teori yang dikenal sebagai mesin waktu. Konsep perjalanan waktu diakui dalam filsafat dan fiksi, namun memiliki dukungan yang terbatas dalam fisika dunia nyata, biasanya berhubungan dengan mekanika kuantum atau lubang cacing.

Simulasi Perjalanan Waktu


Tidak ada kesepakatan tertulis sebagai contoh awal dari cerita perjalanan waktu, karena beberapa karya menampilkan elemen ambigu sugestif. Cerita rakyat kuno dan mitos terkadang dilibatkan, sesuatu yang mirip dengan perjalanan masa depan. Misalnya kisah yang tercantum dalam mitologi Hindu, Mahabharata menyebutkan kisah Raja Raivata Kakudmi melakukan perjalanan ke surga untuk memenuhi panggilan pencipta Brahma, dia terkejut mengetahui bahwa zaman itu telah berlalu ketika ia kembali ke Bumi

Perjalanan Waktu

Menurut Martin Ringbauer, fitur antarmuka perjalanan waktu didasarkan antara dua teori fisika paling sukses tetapi tidak kompatibel, yaitu relativitas umum Einstein dan mekanika kuantum. Teori relativitas Einstein menjelaskan dunia pada skala yang sangat besar terdiri dari bintang-bintang dan galaksi, sedangkan mekanika kuantum merupakan deskripsi dunia skala kecil terdiri dari atom dan molekul. Studi pengujian perjalanan waktu dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, edisi akhir Juni 2014.

Selama ini, teori Einstein sangat jelas menunjukkan kemungkinan bahwa manusia bisa saja melakukan perjalanan waktu mundur dengan cara mengikuti jalur ruang waktu kembali ke titik awal ruang, tetapi pada waktu sebelumnya kurva seperti tertutup. Tentunya hal ini telah membingungkan para ahli fisika dan filsuf sejak tahun 1949. Tampaknya ganjalan ini menyebabkan paradoks di dunia klasik, seperti penjelajah waktu bisa mencegah seorang kakek dan nenek agar tidak saling mengenal sehingga mencegah kelahiran generasi selanjutnya.

Menurut Prof Timothy Ralph, Diperkirakan pada tahun 1991, pengujian perjalanan waktu di dunia kuantum bisa menghindari paradoks tersebut. Sifat-sifat partikel kuantum terlepas atau tidak pasti, hal ini memberi partikel ruang gerak yang cukup untuk menghindari situasi perjalanan waktu yang tidak konsisten. 

Tidak ada bukti lain bahwa alam berperilaku dengan cara-cara berbeda selain menggunakan mekanika kuantum standar. Tapi semua ini belum diuji dimana efek ekstrim relativitas umum memainkan peran, seperti di dekat lubang hitam. Studi baru perjalanan waktu memberi wawasan bahwa manusia bisa saja pergi kemanapun dan bagaimana alam mungkin berperilaku berbeda dari apa yang telah diprediksi teori. 

Referensi


Experimental simulation of closed timelike curves, Martin Ringbauer 2014, Nature Communications. Time travel, image courtesy of Ancient Code.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.