Ads Top


Retakan Bulan Charon Pluto Ungkap Lautan Bawah Lapisan Es

Astronom dalam beberapa minggu terakhir melihat adanya retakan pada permukaan es bulan Charon, salah satu satelit Pluto. Analisis NASA pada patahan dan retakan permukaan mengungkapkan, jika interior cukup hangat mungkin saja bisa mempertahankan cairan di samudra bawah tanah.

Berdasarkan pengamatan dari teleskop, orbit bulan Charon saat ini dalam keadaan stabil. Orbit melingkar pada Pluto dan rotasi Charon melambat ke titik dimana bulan selalu menunjukkan sisi yang sama satu sama lain. Orbit seperti ini tidak menghasilkan gelombang signifikan, sehingga lautan dibawah permukaan mungkin akan dibekukan. Penelitian ini didanai oleh NASA Postdoctoral Program di NASA Goddard Space Flight Center, dikelola oleh Oak Ridge Associated Universities, dan NASA Headquarters melalui Science Innovation Fund.

Lautan Dibawah Permukaan Bulan Charon


Air merupakan persyaratan yang diperlukan untuk membentuk kehidupan, lautan dibawah permukaan bulan Charon, Europa dan Enceladus dianggap tempat kehidupan luar bumi. Tetapi hidup juga membutuhkan sumber energi yang bisa digunakan dan pasokan elemen utama seperti karbon, nitrogen, dan fosfor. Tidak diketahui apakah lautan dibawah permukaan bulan memiliki materi tambahan. Diharapkan pada tahun 2015 mendatang, pesawat New Horizons milik NASA akan mengungkap misteri Pluto dan bulan Charon. Pesawat atau satelit ini akan menjadi mesin yang pertama kali mengunjungi Pluto dan bulan Charon.

Menurut Alyssa Rhoden dari NASA Goddard Space Flight Center, Penelitian ini menggunakan model yang memprediksi pola fraktur pada permukaan Charon tergantung pada ketebalan es permukaan, struktur bulan interior dan deformasi, serta bagaimana orbit dan evolusi bulan Charon. Dengan membandingkan pengamatan satelit New Horizons akan memberikan prediksi bulan Charon, dimana ilmuwan menemukan bahwa bulan Charon memiliki laut dibawah permukaan pada masa lalu yang didorong oleh eksentrisitas tinggi.

Bulan Enceladus, Bulan Charon Pluto

Sebelumnya, ilmuwan telah mengidentifikasi beberapa bulan sekitar planet gas raksasa telah retak permukaannya, seperti bulan Europa (Jupiter) dan bulan Enceladus (Saturnus). Temuan ini memberi bukti adanya interior air dibawah permukaan bulan. Bulan mengorbit saling tarik-menarik gravitasi dengan planet induk masing-masing orbitnya menjadi melingkar. 

Sebaliknya, bulan Europa dan Enceladus orbitnya eksentrik (sedikit oval) sehingga menimbulkan gelombang harian yang fleksibel pada interior dan tekanan permukaan bulan. Situasi ini mengisyaratkan bahwa pemanasan pasang surut telah memperpanjang keberadaan lautan dibawah permukaan bulan Europa dan Enceladus dengan cara menjaga interior tetap hangat.

Asal Usul Retakan Bulan Charon - Pluto


Orbit Pluto sangat jauh dari matahari, lebih dari 29 kali lebih jauh daripada orbit Bumi. Diperkirakan suhu permukaan berkisar 380 derajat dibawah nol Fahrenheit atau minus 229 derajat Celsius. Hal ini membuat Pluto terlalu dingin dan beku, ilmuwan beranggapan tak akan pernah ada cairan dipermukaannya. Begitupulan bulan Charon, salah satu bulan yang mengorbit di Pluto juga mengalami kondisi lingkungan yang sama.

Dalam kasus bulan Charon, studi NASA menemukan eksentrisitas tinggi masa lalu bisa menyebabkan pemanasan besar, menyebabkan gesekan dan permukaan retak. Bulan Charon luar biasa besar dibandingkan dengan planetnya, sekitar seperdelapan dari massa Pluto. Analisis memperkirakan bahwa bulan Charon telah terbentuk lebih dekat ke Pluto setelah dampak tabrakan raksasa yang mengeluarkan materi dari permukaan planet, hampir seperti proses pembentukan bulan pada planet Bumi. Materi kemudian masuk ke orbit sekitar Pluto dan bersatu dibawah gravitasinya sendiri yang kemudian membentuk bulan Charon dan beberapa bulan yang lebih kecil.

Pada awalnya terjadi pasang surut yang kuat pada Pluto dan Charon menyebabkan tonjolan dipermukaan satu sama lain, sehingga menyebabkan gesekan pada interiornya. Gesekan ini juga menyebabkan gelombang pasang diposisi orbit mereka, sehingga menyebabkan rotasi melambat dan terjadi transfer energi pada rotasi bulan Charon, sehingga mempercepat dan menjauh dari Pluto.
Semua ini tergantung pada orbit Charon berevolusi, terutama jika bergerak melalui fase eksentrisitas tinggi. Mungkin dibawah lapisan es cukup panas ketika deformasi pasang surut dalam mempertahankan cairan bawah permukaan bulan Charon selama beberapa periode. 
Menurut Rhoden, sangat masuk akal menggunakan model struktur interior yang meliputi laut. Semua ini tidak akan mengambil banyak eksentrisitas untuk menghasilkan retakan pada permukaan seperti yang terlihat di bulan Europa.

Referensi


Cracks in Pluto's Moon Could Indicate it Once Had an Underground Ocean, 13 June 2014, by NASA/Goddard Space Flight Center. Journal Ref: The interior and orbital evolution of Charon as preserved in its geologic record. Icarus, 2014. Saturn's moon Enceladus taken by the Cassini spacecraft July 2005, image courtesy of NASA/JPL/Space Science Institute.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.