Ads Top

Pikiran Manusia Adalah Keseimbangan Alam Semesta


Hukum di alam semesta adalah keseimbangan, semua berasal dari keseimbangan berdasarkan pada prinsip cinta, yaitu 'memberi dan diberi'. Prinsip ritme, getaran, waktu, gerak, warna, suara, semua didasarkan pada keseimbangan. Realitas kehidupan sehari-hari dalam gerakan alam semesta berada dalam pikiran manusia yang memasuki titik keheningan

Dr Walter dan Lao Russell menjelaskan bagaimana pikiran manusia bisa berbuat sekehendaknya berdasarkan konsep alam semesta 'memberi dan diberi'. Teori pikiran digabung dengan pengetahuan modern, menurutnya kolaborasi keduanya mampu menemukan siapa Sang Pencipta, dan bagaimana keheningan pikiran manusia mampu menyeimbangkan alam semesta. Pikiran, merupakan diri sejati, diri yang lebih tinggi, dan akhirnya menuju pada sebuah sumber atau 'Tuhan'. Ada bagian diri dimana kita biasa menyebutnya 'Aku' tampaknya terpisah dari realitas sejati. Manusia adalah bagian dari keseluruhan yang terhubung dengan segala sesuatu dan semua orang disekililingnya.

Realitas berbasis merasakan merupakan pemikiran yang bergerak menyatu, hanya dalam keheningan pikiran manusia non-motion bisa terhubung ke sumber dan merasakan keberadaan yang sebenarnya. Manusia tidak bisa hidup harmoni dengan menggunakan indera karena mereka hanya sebagai penerima dan penafsir getaran yang terus bergerak. Manusia juga tidak bisa hidup tanpa otak, dimana otak sama seperti hard drive komputer yang menyimpan kenangan masa lalu dan mengambilnya kapanpun jika diperlukan. 

Keheningan Pikiran Manusia Mencari Sang Pencipta


Semuanya bisa saja menjadi masalah karena kenangan dan logika dapat terpengaruh filter atau lingkungan sekitar kita dan bukan dari diri sebenarnya. Panca indra menerima getaran gelombang warna, suara, bau, sentuhan dan kemudian menafsirkannya melalui otak. Konsep otak dan pikiran menjadi hal berbeda, tapi pikiran manusia bekerja dengan mengetahui, dan 'mengetahui' hanya dapat diakses dalam kesunyian. 

Pikiran Manusia, Keseimbangan Alam Semesta

Di alam semesta semuanya bergerak, berosilasi dan berdenyut, semua pada siklus berbeda dan berada disekitar kita. Dimulai dari galaksi, sistem atom, bahkan nafas manusia yang masuk dan keluar, sama seperti hidup dan mati. Kematian hanya awal bagian lain dari siklus yang kemudian terus menerus berulang, memberi dan kembali memberi selamanya. Sebuah pertukaran seimbang tampaknya terbagi dan terpolarisasi, karena kenyataan semua ini masih berada dalam ilusi gerak.
Beberapa pengamat 'teori pikiran' seperti Walter dan Russell, menganggap keseimbangan adalah keheningan pikiran manusia, pikiran adalah Tuhan, dan Tuhan adalah sumber segalanya. Berpikir adalah pekerjaan yang merangsang atau mendorong manusia kedalam tindakan gerakan realitas fisik. 
Keheningan dibagi atau terpolarisasi dalam dua bagian dan dua arah satu sama lain. Semua ini merupakan bagian terpolarisasi dalam mencari keheningan pasangan berlawanan dan sempurna. Berpikir sama seperti listrik, listrik adalah satu-satunya energi yang bergerak di alam semesta, kedua bagian yang terpolarisasi tak lain adalah laki-laki dan perempuan dimana keduanya dibagi dalam cahaya merah dan biru. Keduanya saling terjalin dan saling merasuki untuk menciptakan unsur-unsur kimia dan dasar dari semua ciptaan dalam realitas.

Keheningan atau keseimbangan terbagi dalam cahaya terang, segala sesuatu di alam semesta tercipta dari cahaya dan membagi realitas gerakan cahaya yang terbentuk. Sang Pencipta tak lain adalah Cahaya terang menyilaukan, dan manusia adalah bagian dari cahaya itu. 

Cahaya dimanipulasi pergerakan dalam kurva dan spiral, dikompresi dan diperluas selama siklus, sejak lahir hingga kematian dan kembali lagi ke titik awal. Semua gerak spiral dan semua arah melengkung, gerakan melengkung dan spiral menggambarkan gerak pusaran. Tidak ada garis lurus dalam gerakan berbasis alam semesta.

Struktur alam semesta ini didasarkan pada bentuk kubus dan bola, semua bentuk lain termasuk padatan platonis berada dalam fase yang berbeda dari proses menjadi kubus ataupun bola. Tahapan yang berbeda dari interaksi bola dan kubus ditampilkan seluruh alam. Kubus terdiri dari titik keheningan yaitu Equilibrium atau terbagi dari cahaya putih. Dimana kubus mengikat materi, dan bola menjadi materi yang terikat. 
Interaksi dari segala sesuatu yang bergerak terlihat dalam Akashic atau gas mulia. Materi ini merupakan unsur kimia yang memiliki pranala 'alam semesta Allah' dimana gerakan alam semesta dirasakan pada realitas dan pikiran manusia. 
Pemikiran atau cahaya dikompresi dan diperluas pada kecepatan yang berbeda dan siklus yang menciptakan ilusi disebut realitas, dan siklus interaksi ini disebut gelombang. Gelombang ada di sekitar kita yang berinteraksi dan mengganggu satu sama lain, semua bekerja sama dalam menciptakan kenangan atau catatan abadi. Seperti magnet, gravitasi, indera manusia dan lainnya dapat dijelaskan dalam gerakan pusaran, gangguan gelombang dan siklus kubus-bola. 

Semuanya terjadi satu sama lain dan disekitarnya, semuanya saling terkait dan terhubung. Apa yang kita lakukan untuk diri sendiri dan untuk orang lain ataupun sebaliknya, merupakan gerakan ringan dan denyutan yang menciptakan kaleidoskop kosmik yang disebut kehidupan. Tetapi diri sejati berada dalam keheningan pikiran manusia untuk mencari Cahaya yang disebut Tuhan, Sumber, ataupun Sang Pencipta.

Pikiran Manusia Dalam Konsep Pengetahuan


Ilmu ini meliputi konsep kosmik dan rasio universal, keduanya dianggap penting karena menunjukkan interaksi dan perubahan terkait rasio rotasi, revolusi, waktu, ruang, materi, kerapatan, volume dan lainnya. Semua tercipta dari substansi yang sama hanya dalam tekanan dan posisi siklus berbeda, pikiran manusiaa mampu menunjukkan bahwa 'materi' sebenarnya didominasi laki-laki atau perempuan. Walaupun ada juga yang mengatakan didominasi sentripetal atau sentrifugal, memperluas kehidupan dan kematian.

Seperti siklus katoda terlihat dengan gelombang amplitudo atau anoda, terdapat dinding tekanan yang mengendalikan gelombang hingga pada waktunya ditemukan cukup 'energi' atau keinginan untuk bergerak lebih dekat ke amplitudo. Berpindah berarti lebih dekat mencapai kompresi dan mampu meningkatkan potensi listrik. Amplitudo merupakan dua gelombang yang datang bersama-sama dalam harmoni, dengan kata lain merupakan posisi yang seimbang yang bisa terlihat di matahari atau di elemen karbon, atau potensi yang terkunci.
Karbon dianggap sebagai titik seimbang dalam suatu siklus dimana sentripetal, kompresi, siklus hidup, merupakan titik maksimum dan bisa memulai segalanya dari awal, peningkatan pikiran manusia bisa saja berawal dari titik ini.
Siklus yang seimbang menunjukkan kepada kita bahwa ada banyak elemen dibawah Hidrogen, dan ada keseimbangan yang berarti harus ada lebih lama, lebih lambat, gelombang lebih samar-samar dibawah Hidrogen. dengan kata lain, manusia dengan pikirannya bisa saja bergerak diantara unsur-unsur itu melalui pengubahan sifat gelombang atau posisi tekanan.

Konsep Materi Dan Fisika Alam Semesta

Teori ini menjelaskan hakikat listrik di alam semesta, bagaimana magnet berkolaborasi dengan lensa cembung, cekung, dan meniskus yang memandu cahaya dengan cara yang berbeda. Apakah konsep ini tidak mengubah segalanya? Tidakkah memberi alasan untuk mengevaluasi kembali teori Kuantum Fisika, lubang hitam, dan Big Bang? Tidakkah memberi ide bahwa manusia harus mengevaluasi ulang fisika partikel dan model elektron?

Pikiran manusia memiliki kehendak bebas untuk berbuat sekehendaknya, tapi konsep ini adalah memberikan kembali seperti yang telah diberikan alam semesta, sehingga yang terbaik adalah menyadari pikiran dan tindakan untuk membantu dalam mewujudkan pengalaman spiritual. Manusia seharusnya mengikuti alam yang menunjukkan bagaimana kita harus membangun, bagaimana energi harus mengalir, dan bagaimana menjadi lebih efisien berkaitan dengan apa saja. Melalui filosofi hidup dan ilmu pengetahuan, pikiran manusia dapat mengubah dunia dengan berbagai cara. Salah satunya dengan transmutasi unsur-unsur kimia untuk menghilangkan teknologi nuklir dan limbah, menghapus ketergantungan pada bahan bakar fosil, dll.

Referensi

Mixing Science and Spirituality, specifically based on Nature, by Dr Walter and Lao Russell 2014, publish in Light Coalition.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.