Ads Top

Misteri Sisi Gelap Bulan Akhirnya Terpecahkan


Selama lebih dari 55 tahun, misteri sisi gelap bulan sudah tercetus sejak tahun 1959 ketika pesawat ruang angkasa Soviet Luna 3 mendapatkan gambar pertama dari sisi gelap bulan. Sisi gelap bulan tidak diketahui secara pasti dan bukan karena tidak adanya sinar matahari, dan pakar ilmuwan menyadari bahwa di Bulan ada sedikit lautan atau berada di sisi gelap yang selalu menjauh dari Bumi.

Tim ilmuwan yang tergabung dalam analisa ini diantaranya Wright, Steinn Sigurdsson, profesor astrofisika dan beberapa mahasiswa pascasarjana bidang astronomi dan astrofisika. Mereka menyadari bahwa tidak ada 'Maria' dimana semua ini disebabkan oleh perbedaan ketebalan kerak antara sisi bulan yang kita lihat dan sisi tersembunyi. Hal ini merupakan konsekuensi bagaimana bulan pada awalnya terbentuk. Hasil penelitian tentang sisi gelap Bulan diterbitkan 09 Juni 2014 pada Astrophysical Journal Letters.

Ilmuwan Ungkap Pembentukan Sisi Gelap Bulan


Ketika meteoroid menghantam sisi terjauh bulan menciptakan kawah besar dan terkadang membentuk gambar manusia yang saat ini bisa dilihat pada sisi gelap bulan, atau disebut Maria. Tapi sebenarnya tidak ada 'wajah Maria' diwilayah itu seperti yang dijelaskan astrofisikawan asal Penn State University.

Teori umum tentang asal usul bulan telah dijelaskan, bulan terbentuk tidak lama setelah terbentuknya Bumi dan merupakan hasil dari sebuah tabrakan objek seukuran Mars yang menabrak Bumi. Hipotesis tabrakan raksasa menjelaskan lapisan Bumi dan benda berat lainnya terlempar ke ruang angkasa dan akhirnya membentuk bulan. 

Sisi Gelap Bulan

Tak lama setelah tabrakan raksasa, Bumi dan bulan sangat panas. Bumi tidak hanya mencair tetapi bagian-bagiannya juga menguap dan menciptakan disk batuan, magma serta uap sekitar Bumi. Pada saat itu, Bulan tampak besar di setiap langit (jauh lebih besar dari pandangan permukaan Bumi saat ini).

Menurut Wright, geometri Bulan mirip dengan exoplanet berbatu yang sangat dekat dengan bintang induknya. Saat itu bulan sekitar 10 hingga 20 kali lebih dekat ke Bumi daripada saat ini. Posisi pasang surut terkunci waktu rotasi bulan bersamaan dengan periode orbit bulan mengelilingi bumi. Penguncian pasang surut merupakan imbas dari gravitasi dari kedua objek.

Bulan jauh lebih kecil dari Bumi sehingga lebih cepat didinginkan. Pasang surut Bumi dan bulan terkunci sejak awal, sehingga Bumi masih panas diperkirakan lebih dari 2500 derajat Celsius. Panasnya terpancar dan mengarah sisi terdekat bulan, sementara sisi gelap Bulan perlahan-lahan didinginkan. Dan sisi Bumi yang saling menghadap menciptakan gradien suhu antara kedua bagian.

Menurut pakar ilmuwan, gradien ini penting dalam pembentukan kerak bulan. Kerak Bulan memiliki konsentrasi aluminium dan kalsium tinggi, unsur-unsur yang sangat sulit untuk menguap. Ketika uap batu mulai mendinginkan, elemen pertama yang keluar adalah aluminium dan kalsium.

Aluminium dan kalsium sangat kental dalam suasana dingin di sisi gelap bulan, karena sisi lainnya masih terlalu panas. Jutaan tahun kemudian, elemen ini dikombinasikan dengan silikat dalam mantel bulan untuk membentuk Feldspars Plagioklas. Pada akhirnya dipindahkan ke permukaan dan membentuk kerak bulan yang memiliki lebih banyak mineral dan lebih tebal.
Pada akhirnya, Bulan didinginkan dan tidak ada cairan dibawah permukaan. Dalam sejarah Bulan, meteoroid besar menghantam bulan dan menekan kerak sehingga menciptakan danau lava basaltik, danau ini cukup besar dan terbentuk di sisi gelap bulan, sehingga pandangan dari Bumi terlihat seperti membentuk wajah manusia di bulan. 
Ketika meteoroid menghantam sisi terjauh bulan, kerak terlalu tebal dan tidak ada basalt magmatik menggenang. Dampak seperti ini menciptakan lembah, kawah dan dataran tinggi di sisi gelap bulan. Itu sebabnya bulan tidak hanya sebagai satelit Bumi, tetapi juga berfungsi sebagai perisai yang melindungi Bumi dari serangan meteor besar.

Referensi


55-year-old dark side of the moon mystery solved, 09 June 2014, by Penn State. Journal Ref: Earthshine on a Young Moon: Explaining the Lunar Farside Highlands. Astrophysical Journal Letters., June 2014. Back side of the Moon AS16-3021, image courtesy of NASA Apollo 16.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.