Ads Top


Ilmuwan Buktikan, Bulan Terbentuk Dari Tabrakan Bumi Dan Theia

Juni ini ilmuwan berhasil mengejutkan dunia pengetahuan melalui pengukuran isotop oksigen yang membuktikan bahwa Bulan terbentuk dari tabrakan Bumi dengan benda besar yang melintas sangat dekat, terjadi di periode Hadean sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu. Selama ini, sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa Bulan terbentuk dari dampak tabrakan antara Bumi dan planet berukuran besar yang disebut planet Theia. 

Untuk membuktikan teori itu, ilmuwan mengukur rasio isotop oksigen, titanium, silikon dan kimia lainnya. Rasio ini sangat bervariasi di seluruh tata surya, tapi kemiripan antara Bumi dan Bulan bertentangan dengan model teori tabrakan yang menyatakan bahwa sebagian besar materi Bulan terbentuk dari planet Theia. Analisi ini diterbitkan dalam jurnal Science edisi 6 Juni 2014, dan akan disampaikan dalam konferensi geokimia Goldschmidt di California 11 Juni mendatang.

Pengukuran Rasio Isotop Sampel Batuan Bulan Dan Bumi


Penelitian sampel batuan Bulan menjelaskan bahwa permukaan bulan terdapat air dan inti besi bulan relatif kecil, kepadatan lebih rendah dibanding Bumi. Energi tabrakan diperkirakan menyebabkan lautan magma di permukaan Bumi, tapi tidak ada bukti bahwa materi planet Theia yang lebih berat tenggelam ke dalam mantel bumi. 

Tidak ada model konsisten yang bisa menjelaskan dampak tabrakan kedua benda dan evolusi puing-puing tabrakan berubah menjadi bulan. Yang menjadi pertanyaan,... mengapa Venus yang juga mengalami dampak tabrakan besar selama pembentukannya tidak melahirkan bulan seperti Bumi?

Tabrakan Bumi Dan Theia

Penelitian ini dipimpin Dr Daniel Herwartz dari Jerman, dia dan timnya telah menggunakan teknik lebih halus untuk membandingkan rasio 17O/16O pada sampel bulan dan sampel Bumi. Pada awalnya ilmuwan menggunakan sampel batuan Bulan yang jatuh ke Bumi atau melalui meteorit. 

Tetapi sampel meteorit telah bertukar isotop dengan air di Bumi, sehingga memaksa ilmuwan mencari sampel murni. Sampel murni selama ini dikumpulkan NASA sejak dari misi Apollo 11, 12 dan 16, dimana sampel yang dibawa langsung dari Bulan mengandung rasio isotop lebih tinggi dari 17O/16O daripada sample meteor yang jatuh ke Bumi.

Menurut Dr Herwartz, perbedaan kecil sulit dideteksi, tetapi kemiripan ini pasti ada. Dengan kata lain bahwa tabrakan antar dua benda besar pernah terjadi dan akan memberikan gambaran geokimia planet Theia. Ilmuwan menganggap planet Theia mirip dengan E-type Chondrites. Jika dugaan ini benar maka ilmuwan bisa memprediksi komposisi geokimia dan isotop Bulan, karena bulan merupakan perpaduan dari planet Theia dan Bumi

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa banyak materi kimia planet Theia berada di Bulan. Kebanyakan model memperkirakan bahwa Bulan terdiri dari materi Theia sekitar 70 persen hingga 90 persen, selebihnya berasal dari Bumi. Beberapa model teori justru memperdebatkan bahwa materi Theia hanya berkisar 8 persen di Bulan. 
Sementara data baru yang dianalisa Dr Herwartz menunjukkan bahwa bulan terdiri dari materi campuran Theia dan Bumi berkisar 50:50, rasio isotop 17O/16O.
Dalam penelitian ini, tim ilmuwan menggunakan teknik persiapan sampel sebelum mengukur sampel melalui peralatan stabil, rasio isotop spektrometri massa menunjukkan ±3 ppm dan perbedaan rasio rasio antara Bumi dan Bulan 17O/16O, komposisi antara keduanya hampir memiliki kesamaan.

Referensi


New isotopic evidence supporting moon formation via Earth collision with planet-sized body, 05 Juni 2014, by European Association of Geochemistry via EurekAlert!. Journal Ref: Identification of the giant impactor Theia in lunar rocks. Science, 2014. Artist's concept of collision at HD 172555, image courtesy of NASA/JPL.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.