Ads Top

Benarkah Partikel Higgs Boson Akan Sebabkan Alam Semesta Hancur?


Ketika ilmuwan dihadapkan dengan prediksi membingungkan, bahwa alam semesta tidak seharusnya bertahan selama lebih dari satu detik, terkait hasil penggabungan pengamatan luar angkasa dengan penemuan partikel Higgs boson. Alam semesta berada di lembah 'Medan Higgs', tetapi ada sebuah lembah yang berbeda jauh lebih dalam dan alam semesta mencegah masuk kedalamnya melalui semacam 'energi penghalang' yang cukup besar. 

Robert Hogan dari King College London (KCL) beserta rekan-rekannya mengungkap penelitian terbaru tentang alam semesta berada diantara lembah partikel 'Medan Higgs', dimana hasil penelitian ini dipublikasikan pada tanggal 24 Juni dalam pertemuan Royal Astronomical Society's National Astronomy di Portsmouth.

Energi Misterius Penghalang Alam Semesta Masuki Lembah Higgs Boson


Partikel Higgs Boson merupakan hipotesis partikel dasar masif yang diperkirakan sesuai Model Standar fisika partikel. Keberadaannya diyakini sebagai tanda-tanda penyelesaian atas sejumlah inkonsistensi Model Standar yang diperoleh melalui penelitian di Large Hadron Collider - CERN serta Tevatron Fermilab pada akhir 2011.

Secara umum, alam semesta tercipta setelah Big Bang, ilmuwan memperkirakan fase ini telah melalui periode ekspansi singkat yang sangat cepat atau dikenal sebagai inflasi kosmik. Meskipun rincian proses inflasi kosmik belum sepenuhnya dipahami, pakar kosmolog mampu membuat prediksi tentang bagaimana fase tersebut akan mempengaruhi alam semesta saat ini dan mendatang.

ledakan bintang, higgs boson

Pada bulan Maret tahun 2014, ilmuwan yang tergabung dalam penelitian teleskop BICEP2 di Antartika mengaku telah mendeteksi salah satu efek yang diprediksi. Jika benar, maka hasil penelitian merupakan kemajuan besar dalam memahami kosmologi dan membenarkan teori inflasi, dimana sebelumnya menjadi kontroversi dan belum sepenuhnya diterima para ahli kosmologi.

Dalam penelitian terkini, ilmuwan KCL telah menyelidiki pengamatan yang dilakukan BICEP2 sanagt berarti bagi stabilitas alam semesta. Mereka menggabungkan hasil terbaru dalam fisika partikel, diantaranya deteksi Higgs boson yang diuji pada Large Hadron Collider telah diumumkan pada bulan Juli 2012, dan sejak saat itu banyak ilmuwan telah mempelajari sifat-sifatnya.

Pengukuran Higgs boson memungkinkan fisikawan membuktikan bahwa alam semesta berada di lembah 'Medan Higgs' yang menggambarkan bahwa partikel lain memiliki massa. Akan tetapi, ada sebuah lembah yang berada jauh lebih dalam dan alam semesta tercegah masuk kedalamnya melalui semacam 'energi penghalang' yang cukup besar.
Yang menjadi pokok masalah, bahwa hasil penelitian BICEP2 memprediksi bahwa alam semesta akan menerima 'energi besar' selama fase inflasi kosmik, sehingga bisa menyebabkan alam semesta terdorong ke lembah lain di 'Medan Higgs' dalam waktu sepersekian detik. Jika hal ini terjadi,... alam semesta akan memasuki masa krisis diambang kehancuran.
Menurut Hoga, seorang mahasiswa PhD di KCL, semua ini merupakan prediksi yang tidak dapat diterima teori, jika prediksi ini benar-benar terjadi maka tak akan ada lagi alam semesta termasuk kita. Mungkin hasil penelitian BICEP2 salah analisis, jika tidak maka harus ada beberapa alasan lainnya yang belum diketahui untuk menjelaskan mengapa ada energi yang mencegah alam semesta masuk kedalam Medan Higgs. tetapi jika analisis BICEP2 terbukti benar, maka harus ada teori fisika partikel higgs boson di luar model standar.

Referensi


Should the Higgs boson have caused our Universe to collapse?, 24 June 2014, by Royal Astronomical Society (RAS). Star explosion, image courtesy of NASA/JPL.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.