Ads Top

Benarkah Lempeng Tektonik Akan Hancurkan Peradaban Dunia?


Dalam catatan sejarah, sebagian besar peradaban dunia tenggelam dan hancur tepat berada digaris lempeng tektonik. Kekuatan lempeng tektonik merupakan pendorong pergerakan lempeng dasar laut yang disebabkan magma mantel disepanjang zona retakan. Seperti halnya mgama dingin yang mengalir dari letusan gunung berapi juga merupakan garis ganda dari gunung bawah laut dengan celah diantaranya. 

Tetapi beberapa pandangan spritual juga melihat sisi kemiripan dengan temuan geologi, satu hal yang aneh dianggap dalam paranormal di sekitar batas lempeng tektonik. Seperti misteri cahaya gempa bumi, bola bercahaya yang terkadang dianggap sebagai fenomena makhluk asing. Kemudian suara ledakan keras terdengar dibeberapa zona retakan, tak lama bola misterius juga masuk dan keluar dari gunung berapi seperti yang terlihat pada gunung Popocateptl.

Sejarah Peradaban Dunia Dimusnahkan Lempeng Tektonik


Entah hal ini kebetulan atau tidak, ajaran agama terdahulu telah menyebutkan peradaban kuno didirikan dekat batas lempeng tektonik disepanjang Afrika Timur melalui Laut Mati hingga Lembah Jordania. Reruntuhan kota Baalbek dibanguna pada waktu yang tidak diketahui, pembangunan pun tidak diketahui untuk apa dan oleh siapa. Reruntuhan kota Yerikho sekitar 10,000 tahun lalu dan budaya pelaut Polinesia, dilanjutkan dengan gunung Hermon yang menyimpan misteri sejarah Elohim yang turun ke Bumi untuk dikawinkan dengan manusia dan melahirkan Nefilim.

peradaban dunia, akibat lempeng tektonik

Zona lempeng tektonik juga berada dibagian barat melalui Laut Merah dan agak jauh dari Lembah Nil, ditemukan reruntuhan peradaban kuno Dinasti Mesir bahkan budaya yang lebih tua. Disepanjang teluk Persia zona lempeng tektonik berada diatas peradaban Sumeria Kuno yang kemudian diterukan oleh peradaban Babilonia. Di Asia Barat, kota-kota berusia lebih dari 5000 tahun berada di Lembah Indus Kuno dan India Barat jugat idak jauh berada zona lempeng tektonik. 
Tidak berbeda dengan peradaban kuno yang terletak di Asia Timur dan Tenggara, termasuk Indonesia yang berada tepat di zona lempeng tektonik. Kota-kota kuno mungkin berada dilapisan terdalam dan manusia belum bisa menemukan bukti lebih banyak reruntuhan, seperti halnya piramida Gunung Padang.
Budaya pertanian di Turki Selatan sekitar 8000 tahun lalu menyimpan sejarah kelam, dan wilayah ini dekat dengan monumen batu Gobekli Tepe yang berusia 12000 tahun atau mungkin lebih tua dari itu. Semua berada di zona lempeng tektonik yang membentang dekat dengan Crete dan Yunani dimana peradaban kuno ditenggelamkan dan dimusnahkan.

Beralih ke Amerika Selatan, dimana wilayah ini juga terdapat peradaban kuno dihiasi piramida berusia lebih dari 5000 tahun, peradaban Maya kuno dan Olmec yang misterius, sebuah peradaban yang juga terletak dibatas lempeng tektonik. Zona patahan diperpanjang ke Utara sepanjang sisi timur pegunungan Sierra Nevada yang merupakan blok miring.  Di Amerika Utara juga berada dibatas lempeng tektonik, Rio Grande dari Selatan Colorado menyebrangi New Mexico ke daerah El Paso.

Sementara Danau Baikal di Siberia merupakan danau terdalam di Bumi berkisar 5387 kaki atau lebih dari 1 mil. Dibagian bawahnya tertutup sedimen setebal 4,3 kilometer yang membuat danau itu paling produktif. Wilayah ini merupakan batas antara Lempeng Eurasia dan Lempeng Amur, tetapi ahli geologi belum meyakini apakah kedua lempeng terpisah atau tidak. Siberia juag dikenal sebagai wilayah asal usul penduduk pribumi Amerika (Indian) sebelum bermigrasi ke Utara dan Selatan.

Sungai itu mengalir sepanjang 2000 kilometer dari Danau Baikal ke laut Arktik, dan hanya ada 2 spesis berbeda hidup didalamnya. Bagaimana mungkin spesis ini berenang mencapai danau Baikal? Menurut teori, spesis ini berenang ke danau Baikal sekitar 80,000 tahun lalu selama zaman es terakhir ketika Galcial Siberia Barat meruntuhkan es dan mengalir ke Laut Arktik.

Yang paling menarik dari kekuatan Lempeng Tektonik yang menenggelamkan dan menghancurkan peradaban dunia, bahwa dunia saat ini tidak seperti yang terjadi dimasa lalu dan tetap akan terus berubah. Lempeng Bumi terus memperluas dan semakin dalam secara tiba-tiba, beberapa perubahan cukup dramatis bisa kita bayangkan dimasa mendatang. Akan ada peradaban yang hilang, bencana dimana-mana, dari seluruh permukaan bumi akan merasakan dampak besar yang sudah dimulai pada saat ini.

Forum Romanum, image courtesy of Wkimedia Commons 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.