Ads Top


Benarkah Ada Ras Manusia Lain Di Rasi Bintang Lyra?

Aku Ra, yang hidup dari awal waktu.
Aku pusat dari roda,
Sebuah bintang yang setiap hari melayang di atas laut tak berujung.
Aku bukan tuaian; Aku benih.
Aku bukan Lyre; Aku lagu.
Aku tidak akan berlalu. 
(Egyptian Book of the Dead)

Dalam Prisma Lyra, fragmentasi humanoid pertama kali diciptakan sekelompok makhluk yang bisa disebut 'Pendiri'. Istilah lainnya seperti Watchers (penjaga), para Eternals, para Reflektor, dan Seeders telah digunakan oleh orang lain dan pengertiannya juga sama.

Prisma adalah tubuh transparan dengan basis berbentuk segitiga yang digunakan untuk mempolarisakan atau menguraikan cahaya atau energi kedalam spektrumnya. Prisma Lyra merupakan ide tipikal jalan masuk kedalam alam realitas di Bumi, dimana dalam keluarga galaktik Bumi titik masuk berada dalam sistem Rasi Bintang Lyra. Sebagaimana kesadaran (energi) yang muncul terbagi dalam 7 kepadatan frekwensi, dimana sebuah prisma akan membagi cahaya menjadi 7 warna.

Ras Manusia Lain Di Rasi Bintang Lyra


Para pendiri mewujudkan kesadaran kelompok yang akhirnya menciptakan spesis humanoid. Mereka memproyeksikan tingkat yang sangat tinggi dengan kepadatan fisik, tapi keadaan alami terlihat nonfisik. Dalam membelah porsi 'keutuhan fisik' untuk dapat melewati Prisma Lyra, para Pendiri masih mempertahankan memori atau agak mirip seperti mimpi, dimana hal ini sebagai gagasan integrasi dan tujuan dari fragmentasi ras humanoid. Sehingga dalam memori dan impian manusia ciptaan mereka, para Pendiri yang telah mengatur evolusi.

Mereka memainkan peran pola dasar orang tua, dalam keseimbangan polaritas laki-laki dan perempuan. Pendiri menyadari cetak biru yang dipilih karena mereka terpecah-pecah, mereka tahu bahwa humanoid membawa DNA extra teresterial. Tetapi karena mereka memainkan peran orang tua, humanoid adalah tanggung jawab 'Pendiri' untuk mempengaruhi pertumbuhan kesadaran baru tentang apa yang akan dibuat. Dalam menjalani proses ini, humanoid yang menjadi cetak biru mulai memahami dan mengetahui bahwa hal ini akan mengkodekan fragmen masa depan. 

Ketika peradaban alami bergerak secara acak, menurut hukum terjadi kekacauan didalam rancangan Triadic hingga keseimbangan energi tercapai. Jika sebuah peradaban atau kesadaran memilih integrasi (keinginan untuk berkembang), mereka secara alami akan bergerak menuju titik integratif. Dan jika sebuah peradaban atau individu menolak integrasi, rancangan berkembang untuk mengakomodasi penolakan mereka terhadap polaritas yang berlawanan.

Ketika mereka percaya bahwa mereka siap, Pendiri mulai membuat humanoid lain. Sama seperti sebagian ras lain menjadi penasaran dan menciptakan alam ini dari pikirannya, Pendiri seakan-akan meniru 'Orang Tua' mereka dan memberikan energi pikiran untuk menciptakan humanoid dari diri mereka sendiri. Karena proses fragmentasi humanoid ini, setiap yang ada dalam galaksi keluarga adalah bagian dari Pendiri.

Rasi Bintang Lyra

Beberapa fragmen ras humanoid berkembang menjadi peradaban yang  memainkan bagian dalam pengembangan Bumi. Beberapa dari mereka yang mengalami kegagalan memiliki titik acuan, dalam kenyataan dikenal bumi sebagai fosil Homo Sapiens Neanderthal. Ketika Pendiri terfragmentasi, beberapa diantaranya memungkinkan energi menjadi padat dan cukup untuk memasukkan realitas fisik. Pendiri telah memilih planet yang dapat mendukung kehidupan ras, kemudian dipandu secara fisik. Setelah beberapa waktu, humanoid menjadi lebih terbiasa dengan kehidupan fisik, sehingga bantuan dari Pendiri yang memandunya menjadi kurang dibutuhkan.

Koneksi Genetik Rasi Bintang Lyra


Daerah pertama yang dijajah setelah keberhasilan fragmentasi humanoid berada di sekitar Rasi Bintang Lyra. Sebagian besar Keluarga Galaksi yang memiliki koneksi genetik dengan Bumi memiliki akar dalam sistem Lyra, dari sanalah integrasi telah terjadi. Karakter utama humanoid yang memiliki koneksi genetik dan berada di keluarga galaksi adalah sebagai berikut:

  1. Lyra, adalah tanah kelahiran dari ras humanoid. Semua ras humanoid dalam keluarga galaksi memiliki akar genetik terhubung ke Lyra. Sebuah simbol yang melambngkan kecapi dimana lagu kemanusiaan dimainkan.
  2. Vega, adalah sebuah bintang dalam Rasi Bintang Lyra. Vega melahirkan ras makhluk yang mewujudkan polaritas yang berlawanan dengan Lyra, baik dalam keyakinan dan tindakan, dimana sering terjadi konflik antara ras Lyra dan ras Vega.
  3. Apex, adalah sebuah planet dalam sistem Lyra yang merupakan upaya pertama untuk menciptakan masyarakat yang terintegrasi.
  4. Sirius, adalah sebuah kelompok bintang tiga (trinary) dan mitologi bumi menyebutnya sebagai Bintang Anjing. Sirius merupakan salah satu daerah pertama yang dijajah oleh makhluk dari kelompok Rasi Bintang Lyra. Sirius mengandung energi Triadic dan diabadikan sebagai pengendali menuju integrasi. Setidaknya ada berbagai macam jenis kesadaran yang menjelma dalam sistem ini.
  5. Orion, kawasan yang dikhususkan untuk menyikapi tantangan integrasi polaritas. Didalamnya terdapat humanoid unggulan dari Sirius, Lyra dan Vega. 
  6. Pleiades, adalah sebuah wilayah yang dijajah oleh cabang lain dari ras Lyra, kelompok ini merupakan koneksi genetik utama Bumi dari sumber luar angkasa.
  7. Arcturus, sebuah pola dasar atau ideal masa depan diri dari Bumi, Arcturus akan membantu penyembuhan kesadaran pribadi dan planet. Getarannya, terutama kepadatan keenam, telah dikaitkan dengan kerajaan malaikat.
  8. Zeta Reticuli, adalah sebuah peradaban yang berhubungan erat dengan Bumi. Zeta Reticuli adalah dalang penculikan manusia atau lebih tepatnya kelompok yang selalu menculik dan mengembalikan korban penculikan tersebut ke tempat asalnya. 

Meskipun beberapa peradaban tersebut saling tumpang tindih seiring waktu dan mungkin tidak muncul secara linear. Jika ras lain ada di Rasi Bintang Lyra, mengapa mereka tidak menunjukkan diri saat ini? Mungkin dimata ras lain, manusia di Bumi masih cukup 'beradab' tetapi pencapaian teknologi ruang angkasa baru-baru ini bisa saja menjadi suatu hal yang diperhitungkan bagi mereka. 

Referensi


Prism of Lyra, An Exploration Of Human Galactic Heritage, by Lyssa Royal and Keith Priest, 1992.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.