Ads Top


Zaman Kerajaan Nabi Daud, Israel Mulai Jinakkan Unta

Sejak kapan Israel menjinakkan unta untuk kebutuhan transportasi? Pertanyaan ini mengundang perdebatan diantara peneliti dan arkeolog, dimana dalam sejarah literatur dan alkitab disebutkan para nabi dan wali menggunakan kenderaan unta. Tetapi studi arkeologi memperkirakan bahwa unta tidak dijinakkan di Israel hingga memasuki tahun 2000 sampai 1500 SM, sekitar zaman Kerajaan Nabi Daud.

Temuan ini tentu saja menentang isi alkitab yang menceritakan unta sebagai alat transportasi para nabi, sementara bukti langsung dinyatakan dalam teks kuno sangat jelas. Dr Erez Ben dan Dr Lidar Sapir dari Tel Aviv University's Department of Archaeology And Near Eastern Cultures meneliti kapan pertama kali orang Israel menjinakkan unta di wilayah Levant Selatan dengan menggunakan penanggalan radiokarbon. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Tel Aviv yang isinya menekankan perbedaan pendapat antara teks Alkitab dan verifikasi sejarah.

Israel Jinakkan Unta Sejak Zaman Nabi Daud


Dalam penetian tersebut, penanggalan radiokarbon memperkirakan orang Israel menjinakkan unta sejak abad ke-12 hingga ke-9 SM. Menurut Dr Ben, pengenalan unta di wilayah Israel merupakan awal pembangunan ekonomi dan sosial, karena dampaknya sangat penting bagi kemajuan kota. Dari sampel analisis bukti arkeologi dan temuan lokasi produksi tembaga di Lembah Aravah, mereka memperkirakan tanggal awal penjinakkan unta.

unta israel

Sebelum waktu itu, unta yang digunakan Israel berasal dari wilayah luar, tidak ada peternakan khusus yang menjinakkan unta hingga memasuki awal tahun 1500 SM. Sebagian besar unta dijinakkan di Jazirah Arab untuk digunakan sebagai hewan pengangkut hingga menjelang akhir abad ke-2 SM. Sementara di wilayah Levant Selatan, tulang unta peliharaan tertua berasal dari Lembah Aravah yang membentang di sepanjang perbatasan Israel dan Yordania. Studi arkeologi tahun 2009 menyebutkan, sepanjang Laut Mati hingga Laut Merah merupakan pusat produksi tembaga kuno. 
Lembah Aravah diperkirakan sebagai kamp peleburan tembaga dimana tulang unta yang dijinakkan telah ditemukan, usianya sejak abad ke-11 hingga ke-9 SM. Selama penggalian situs, kebanyakan temuan tulang unta berasal dari abad ke-10 SM atau menurut Alkitab sesuai dengan periode Kerajaan Nabi Daud.
Tetapi beberapa tulang unta lainnya diperkirakan merupakan unta liar, sehingga arkeolog memprediksi asal usul tulang unta tersebut berasal dari zaman Neolitik. Di situs ini hanya ditemukan tulang unta yang berserakan dan tidak satupun ditemukan situs bangunan di dalamnya. Unta peliharaan di lembah Aravah muncul bertepatan dengan perubahaan dramatis dalam sistem operasi tembaga lokal.

Sejarah pada waktu itu memperkirakan adanya penutupan pertambangan dan peleburan tembaga. Beberapa pekerja masih aktif dan terpusat untuk menggunakan teknologi yang lebih baru sesuai dengan bukti arkeologi. Menurut mereka, orang-orang Mesir Kuno mungkin telah membuat perubahan besar dan membawa unta peliharaan setelah menaklukkan daerah Israel. Serangan militer ini juga disebutkan dalam teks Mesir dan Alkitab.

Menurut Dr Ben dan Dr Sapir, asal mula penjinakan unta sekaligus sebagai hewan peliharaan mungkin berasal dari Semenanjung Arab berbatasan dengan lembah Aravah dan menjadi titik masuk yang logis, khususnya peternakan dan penjinakan unta di Levant Selatan. Dan unta pertama asal Semenanjung Arab mungkin saja terkubur di Aravah Loire.

Dengan adanya penjinakkan unta juga dianggap sebagai promosi perdagangan antara Israel dan negeri lain yang terjangkau dengan perjalanan darat. Unta dapat melakukan perjalanan jarak jauh daripada keledai, hingga abad ke-7 SM rute perdagangan membentang mulai dari Afrika melewati Israel menuju ke India. Rute ini dianggap peneliti sebagai kunci sejarah perubahan ekonomi dan sosial, khususnya pada zaman Kerajaan Nabi Daud.

Referensi


Finding Israel's First Camels, 3 February 2014 by American Friends of Tel Aviv University. Image The Camels by Neil and Kathy Carey via Flickr.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.