Ads Top


Situs Pella Jordan Terkubur Gempa Pada Zaman Perunggu

Salah satu peninggalan bersejarah dunia yang saat ini terus di eksplorasi adalah situs Pella Jordan terletak di kaki bukit timur utara lembah Jordania, sekitar 5 kilometer sebelah timur sungai Yordan. Situs ini terlihat seperti gundukan persegi panjang datar berukuran 400 x 200 meter, dimana atasnya berbentuk Pella (Khirbet Fahl) setinggi 30 meter. Sementara luas area situs diperkirakan mencapai 8 hektar dan mungkin telah diduduki berbagai kerajaan selama periode bersejarah.

Situs Pella dikelilingi lahan pertanian strategis dilengkapi perairan, juga berada dipersimpangan dua jalur perdagangan utama sehingga tidak terputus dari urutan pendudukan lembah Jordan. Beberapa jalan ditemukan mengarah ke selatan sekitar Husn, ditemukan reruntuhan Romawi kuno yang disebut Jerash. Landskap ini merupakan peninggalan arkeologi diperkirakan berkembang pada periode Palaeolithic. Situs Pella Jordan terungkap oleh seorang wisatawan Inggris pada abad ke-19 dalam kunjungan tahun 1818. Kemudia William Albright Foxwell membuat identifikasi situs pada tahun 1924 ketika dia menemukan bukti keramik berasal daro Zaman Perunggu.

Situs Pella Jordan Berdiri Pada Zaman Perunggu


Dalam penggalian yang berlangsung hingga saat ini, jejak pendudukan homonid berasal dari Palaeolithic Awal sekitar 250 ribu tahun yang lalu. Survey penggalian di Wadi Hammeh berada 5 kilometer dari gundukan utama mencatat sejarah panjang periode Palaeolithic Tengah, dimana tempat itu merupakan perkemahan situs Pella. Salah satu pemukiman terkenal di Wadi Hammeh merupakan Epipalaeolithic, diperkirakan usianya berkisar 14,000 tahun yang menandai adanya pemukiman permanen pertama di wilayah tersebut. Setelah itu menyusul desa kecil periode Neolitik yang bisa ditandai dengan struktur perunggu dan besi.

Pemukiman situs Pella telah disebutkan lebih dari 100 naskah kuno, diantaranya naskan Kerajaan Mesir Tengah (1800 SM) dan menyusul naskah lain yang sering menyebut adanya Pella dalam sumber Mesir, Yunani dan Romawi Kuno. Batu besar yang disebut Fortress Temple pertama kali ditemukan pada tahun 1994 dan menjelaskan kehancuran situs terjadi pada akhir tahun 800 SM. Setidaknya ada tiga kuil yang mengalami kerusakan diakibatkan api yang diduga sebagai perlengkapan kultus, termasuk fragmen patung batu Mesir, kapal keramik, patung perunggu, ukiran kayu dan hiasan dinding.

Situs Pella Jordan

Pada zaman Perunggu Tengah diperkirakan kuil Green Mudbrick dibangun sekitar tahun 1900 SM, situs kedua kuil Brown Mudbrick dibangun sekitar tahun 1750 SM. Kedua kuil ini mungkin telah digunakan selama 200 tahun, struktur dimensi kuil berkisar 7 hingga 10 meter. Tetapi situs ketiga ditemukan pada tempat berbeda, dua situs pertama berada dekat Pella di lembah Jordan dan situs ketiga terletak di pantai Haifa.

Sepanjang penelitian arkeolog tidak menemukan bukti adanya korban kultus dalam struktur kuil. Disana hanya terdapat koleksi keramik bergambar kapal, diantaranya mangkuk, kendi, cangkir dan gipsum bergambar domba. Temuan ini menjelaskan bahwa daerah selatan merupakan tempat upacara persembahan anggur kepada para Dewa. Ada juga pemakaman Megiddo di Pella Jordan, terdapat saluran khusus yang dimasukkan kedalam tanah tepat diatas makam, mungkin digunakan untuk perawatan dan memberi sesaji kepada leluhur.

Pella Jordan Terkubur Setelah Gempa Bumi


Perubahan yang ditemukan pada kuil situs Pella Jordan menyatakan adanya perubahan mendasar dalam hubungan antara manusia dan Tuhan, sakral, ketaatan beragama beralih dari sosok Pemimpin para  Dewa (El) kepada anaknya Dewa Baal. Salah satu penjelasan yang mungkin menghubungkan penyebaran keyakinan terhadap Dewa Baal terjadi pada zaman Perunggu Awal tahun 2300 SM. Keyakinan tersebar di seluruh Suriah dan mulai menyusup di Kanaan Selatan pada zama Perunggu Akhir. 

Sementara gerakan Hurrian Mitanni di Mesir memicu militerisasi pertama pada saat kepemimpinan Thutmosis III, sehingga  untuk pertama kalinya Kanaan Selatan dan Barat termasuk Jordan dibawah kendali Mesir. Kerajaan Thutmosis di Kanaan mulai berubah dan melemah sekitar tahun 1350 SM. Reformasi menyeluruh terjadi di Kekaisaran Mesir, sehingga situs Pella menjadi wilayah perbatasan militer.

Pada tahun 1350 diperkirakan terjadi gempa yang melanda kuil Pella Jordan pada periode Amarna, sebagian besar struktur situs rusak berat menghancurkan dinding dan pilar penahan beban utama. Setelah masa itu terjadi perombakan struktur diikuti perubahan budaya dan politik, seluruh candi dihancurkan. Arkeolog merasa yakin bahwa gempa bumi merupakan penyebab kehancuran dan mengubur seluruh situs lebih dari satu meter.

Referensi


Pella in Jordan Resources, Near Eastern Archaeology Foundation, University Of Sydney. Image Pella Jordan via Wikipedia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.