Ads Top


Inilah Foto Pertama Emisi Radioaktif Inti Ledakan Bintang

Untuk pertama kalinya dalam sejarah astronomi, para ilmuwan menggunakan teleskop NuSTAR berhasil mengabadikan inti sebuah ledakan bintang di menit-menit terakhir kehidupannya. Astronom mendapatkan gambaran emisi radioaktif dari sisa-sisa supernova yang memungkinkan penyelidikan lebih lanjut tentang ledakan nuklir yang telah terjadi.

Pengamatan ini merupakan tujuan utama dari misi NuSTAR NASA yang diluncurkan sejak bulan Juni 2012 bertujuan mengukur emisi sinar-X energi tinggi dari ledakan bintang atau supernova, dan lubang hitam (termasuk lubang hitam masif dipusat galaksi Bima Sakti). Keberhasilan tim astronom diterbitkan pada jurnal Nature edisi minggu ketiga Februari 2014, sebuah bintang 1671 meledak dan menghasilkan supernova indah yang disebut sebagai Cassiopeia A (Cas A).

Emisi Radioaktif Inti Ledakan Bintang


Banyak supernova yang telah diabadikan melalui teleskop optik, inframerah dan sinar-X, tetapi foto ledakan bintang yang sudah ada hanya mengungkap bagaimana sisa-sisa bintang bertabrakan pada gelombang kejut dengan gas dan debu panas disekitarnya. Kali ini, teknologi NuSTAR menghasilkan peta pertama energi tinggi emisi sinar-x dari materi inti pada bintang yang meledak. Foto itu berupa isotop titanium-44 yang diproduksi inti bintang terserap bintang neutron atau lubang hitam.

Cas A berjarak sekitar 11000 tahun cahaya dari bumi dan merupakan sisa supernova yang paling banyak dipelajari. Sejak bintang itu meledak 343 tahun lalu, sisa-sisa ledakan telah menyebar sekitar 10 tahun cahaya sehingga pola ledakan dapat terlihat dari bumi. Pengamatan sebelumnya, sisa-sisa materi besi dari supernova dianggap sebagai ledakan simetris atau sama kuat kesegala arah. Tetapi asal usul distribusi besi mungkin tidak menggambarkan pola ledakan inti bintang.

Emisi radioaktif ledakan bintang, supernova

Ilmuwan masih belum mengetahui, apakah materi besi panas yang dihasilkan supernova pada awalnya terbentuk dari bintang, karena astronom mungkin tidak mendeteksi jika materi itu tidak dipanaskan. Tetapi peta baru titanium-44 tidak sesuai dengan distribusi besi yang menunjukkan bahwa besi sebenarnya dingin, tidak seperti yang terlihat pada teleskop Chandra. Besi dan titanium dihasilkan dari tempat yang sama dan seharusnya kedua materi ini terdistribusi secara bersamaan dengan sisa ledakan bintang.
Energi yang terlepas pada inti supernova meledakkan lapisan luar bintang dan sisa-sisa ledakan menyebar dengan kecepatan 5000 kilometer per detik.
Untuk pertama kalinya astronom mendapatkan gambar emisi radioaktif pada supernova, temuan ini memberi kesempatan untuk menyelidiki fisika dasar lebih lanjut dari ledakan nuklir pada inti supernova. Supernova menghasilkan dan melepaskan elemen penting ke luar angkasa, sehingga bisa membantu ilmuwan membuat model komputer tiga dimensi dari ledakan bintang tersebut.

Menurut Fiona Harrison, peneliti utama NuSTAR dari California Institute of Technology, bintang merupakan bola gas sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara meledak dengan kekuatan besar. Hasil baru yang telah diperoleh menunjukkan ledakan pada inti bintang terdistorsi, mungkin disebabkan daerah inti bercampur sebelum terjadi ledakan.

Tim ilmuwan merekam peluruhan radioaktif unsur-unsur lain termasuk besi dalam ledakan bintang untuk mempelajari tentang reaksi nuklir yang terjadi dalam waktu singkat. Radioaktif bertindak sebagai 'penyelidik' ledakan bintang yang memungkinkan ilmuwan melihat langsung kepadatan dan suhu supernova. Penelitian ini juga manganalisa kemungkinan apakah pola ini juga akan berlaku pada supernova yang lain.

Referensi


NuSTAR takes first peek into core of supernova, 19 february 2014, by University of California - Berkeley. Journal ref: Asymmetries in core-collapse supernovae from maps of radioactive 44Ti in Cassiopeia-A. Nature, 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.