Ads Top

Teori Relativitas Einstein Tidak Sesuai Pada Sistem Bintang Tiga


Berbagai cara ilmuwan untuk mengungkapkan misteri luar angkasa, salah satunya menguji sistem bintang tiga (Triple Star) yang baru ditemukan dengan teori relativitas umum Einstein. Pengujian ini diharapkan mampu memberi gambaran baru tentang kosmik dan sifat gravitasi bintang tersebut.

Pada awalnya, sistem bintang tiga ditemukan oeh seorang mahasiswa pascasarjana Amerika menggunakan National Science Foundation's Green Bank Telescope. Pulsar berada disekitar 4200 tahun cahaya dari Bumi dan berputar 366 kali perdetik, benda langit ini berada di orbit dekat bintang kerdil putih dan berpasangan dengan bintang kecil putih yang lebih jauh.

Dalam sistem bintang tiga, setiap bintang biasanya akan mengorbit di pusat massa sistem. Dua bintang akan membentuk sistem biner dekat dan orbit ketiga pasangan bintang berjarak jauh lebih besar daripada orbit binner, susunan inilah yang disebut sistem hirarki. Jika orbit dalam dan luar bintang ukurannya sebanding maka sistem bisa saja menjadi tidak stabil sehingga bintang bisa saja dikeluarkan dari sistem.

Kebanyakan sistem bintang multiple diatur dalam sistem hirarki, dimana bintang dalam sistem dapat dibagi menjadi dua kelompok yang lebih kecil dan masing-masing melintasi orbit yang lebih besar disekitar pusat sistem. Dalam sistem seperti ini terdapat sedikit interaksi antara orbit dan gerak bintang-bintang, kemudian secara perlahan bergerak stabil di sekitar pusat massa. Sistem hirarki biasanya lebih dari tiga sistem dalam satu sistem dan pengaturan orbit jauh lebih rumit.

Uji Teori Relativitas Sistem Bintang Tiga


Melalui temuan sistem bintang tiga tersebut, para ilmuwan berusaha menemukan pelanggaran konsep yang pernah diungkapkan Albert Einstein, teori relativitas umum, dimana dia menjelaskan bahwa prinsip kesetaraan yang kuat dinyatakan pada efek gravitasi pada tubuh (massa) dan tidak bergantung pada sifat maupun struktur tubuh. Ilmuwan menggunakan waktu dalam presisi tinggi pada pulsar sehingga dapat menguji penyimpangan prinsip kesetaraan yang kuat, efek diperoleh beberapa kali lebih besar daripada sebelumnya. 

sistem bintang tiga, teori relativitas

Sistem pengukuran yang diuji ilmuwan dianggap sangat akurat dalam perhitungan massa, beberapa pengukuran dari posisi relatif bintang dalam sistem sangat akurat mencapai ratusan meter. Analisis ini menggunakan simulasi komputer untuk memprediksi gerakan sistem bintang tiga.
Penyimpangan prinsip kesetaraan yang kuat akan menunjukkan rincian realtivitas umum dan akan mengarahkan pada revisi baru teori gravitasi. Sistem ini justru memberi kesempatan ilmuwan untuk mempelajari efek dan sifat gravitasi pada laboratorium alami di kosmik dibawah kondisi ekstrim.
Dalam beberapa penelitian, jika bintang besar meledak akan menghasilkan supernova dan sisa ledakan terkadang menjadi bintang neutron yang sangat padat. Beberapa massa bisa saja diubah menjadi energi yang mengikat gravitasi sehingga menarik bintang lainnya secara bersamaan. Prinsip kesetaraan yang kuat menyebutkan bahwa energi pengikat masih terus bereaksi seolah-olah energi itu adalah massa. Dan hampir semua alternatif dalam teori relativitas umum mengungkapkan bahwa hal seperti ini tidak pernah terjadi.

Berdasarkan prinsip kesetaraan yang kuat, maka efek gravitasi bintang kerdil putih terluar akan sama pada kedua bintang kerdil dan bintang neutron. Jika prinsip kesetaraan kuat dan tidak berlaku dibawah kondisi sistem bintang tiga, maka efek gravitasi yang berada diluar bintang putih dan bintang neutron akan sedikit berbeda, presisi tinggi pada pulsar bisa dengan mudah ditemukan.

Referensi


Newly discovered three-star system to challenge Einstein’s theory of General Relativity, publish 5 January 2014 by  University of British Columbia. 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.