Ads Top

Pertama Kali, Temuan Fosil Dinosaurus Dari Arab Saudi


Dalam berbagai catatan sejarah, sangat jarang ditemukan fosil dinosaurus diwilayah semenanjung Arab Saudi. Diantara gurun yang kering, ternyata pada zaman dahulu merupakan pantai yang kini penuh dengan tulang dan gigi reptil laut purba dan dinosaurus.

Mungkin bagi sebagian arkeolog merasa tidak yakin bahwa Arab Saudi mustahil menyimpan fosil tua periode dinosaurus. Tetapi salah satu tim arkeolog dan ilmuwan dari Universitas Uppsala, Museum Victoria, Monash University dan Saudi Geological Survey, telah berhasil menemukan bukti pertama adanya dinosaurus di Arab Saudi. Fosil ini ditemukan selama penggalian yang dilakukan oleh tim ilmuwan yang bekerja di bawah dukungan Saudi Geological Survey, Jeddah, penemuan ini diterbitkan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE yang bisa diakses secara bebas.

Fosil Dinosaurus Arab Saudi


Temuan serangkaian tulang ekor berukuran besar diidentifikasi sebagai Brontosaurus atau seperti Sauropod, bersama dengan temuan beberapa gigi Theropoda karnivora. Temuan pertama ini dianggap sah sebagai fosil dinosaurus yang pernah hidup diwilayah Arab Saudi, selain itu tim ilmuwan dan arkeolog juga menemukan bukti lain adanya bagian kerajaan yang hilang di pantai Laut Merah.

Pembentukan fosil Adaffa dahulu merupakan urutan tebal dipenuhi batu pasir kuarsa dan lapisan pasir halus. Lapisan ini membentuk unit yang lebih rendah dimana sebagian besar berada di zaman Kapur Akhir hingga Paleogen. Permukaan fosil tulang menunjukkan abrasi permukaan konsisten dengan kerusakan yang disebabkan oleh gelombang atau arus sebelum tertimbun. Hal ini sangat sesuai dengan gambaran adanya laut yang diidentifikasi sebagai endapan, dan pernah mengalami periode banjir bandang.

fosil dinosaurus arab saudi

Diantara temuan fosil dinosaurus sebelumnya di Arab Saudi, bisa dikatakan hanya segelintir tulang dan sangat terfragmentasi dalam dokumentasi sejarah. Penemuan penting ini tidak hanya didasarkan pada pencarian fosil, tetapi juga karena fakta sebenarnya tentang lingkungan periode dinosaurus yang mencapai tanah Arab. Menurut Dr Tom Rich dari Museum Victoria Australia, jenis dinosaurus Arab Saudi yang ditemukan termasuk Taksonomi. Ketika dinosaurus tersebut masih hidup, daratan sepanjang Arab Saudi sebagian besar dipenuhi air dan membentuk margin pasir di Utara dan Barat benua Afrika.

Fosil dinosaurus ini memang sangat sulit ditemukan, terlebih sebagian besar wilayah Arab dipenuhi dengan pasir yang tidak diketahui ketebalannya. Dalam metode yang mereka kembangkan, para ilmuwan terlebih dahulu meneliti lokasi dimana dinosaurus pernah hidup sehingga penggalian tidak memakan waktu lebih lama. Walaupun hasil penggalian belum menemukan kerangka lengkap, tetapi setidaknya temuan ini telah menambah serangkaian dokomunetasi lengkap tentang penyebaran spesis dinosaurus yang telah punah. Dan diperkirakan bumi pada periode itu dipenuhi makhluk besar disetiap sudut belahan dunai.

Gigi dan tulang yang ditemukan berusia sekitar 72 juta tahun, dua jenis dinosaurus ini digambarkan dari himpunan dan ekosistem tersebut. Salah satu Bipedal pemakan daging, Abelisaurid yang memiliki hubungan jauh dengan Tyrannosaurus tetapi ukurannya berkisar enam meter. Dan Titanosauria pemakan tumbuhan panjangnya diperkirakan 20 meter. Dinosaurus sejenis juga pernah ditemukan diwilayah Afrika Utara, Madagaskar dan kemungkinan juga tertimbun di sepanjang pantai Amerika Selatan.

Fosil dinosaurus asal Arab Saudi merupakan fragmentasi khas garis keturunan periode Kapur Akhir berdasarkan diskrit karakter Filogenetik diantaranya Titanosauria dan Lithostrotaria. tetapi beberapa karakter gigi Theropoda di identifikasi sebagai filogenetik ambigu, sehingga serangkaian analisis dilakukan untuk menguji kesamaan terhadap Theropoda Non-Unggas. Dan data metrik kompatibel tidak tersedia untuk elemen tengkorak Sauropod sehingga mencegah evaluasi selanjutnya.

Referensi


First dinosaurs identified from Saudi Arabia, publish 7 January 2014 by Uppsala Universitet. Journal ref: First Dinosaurs from Saudi Arabia. PLoS ONE, 2013; 8 (12): e84041 DOI:10.1371/journal.pone.0084041

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.