Ads Top

Lensa Kontak Pintar Segera Terwujud, Masa Depan Tanpa Gadget


Bagaimana jika lensa kontak berguna seperti perangkat gadget dan komputer, atau Anda memiliki mata Bionik? Banyak orang yang berfikir bahwa lensa kontak masa mendatang akan jauh lebih pintar yang disisip, sehingga pengguna seperti berada didepan layar kaca. Semua itu akan terwujud karena ilmuwan ETH saat ini telah mengembangkan komponen elektronik yang lebih tipis dan jauh lebih fleksibel dari sebelumnya.

Berita ini cukup menggembirakan, para ilmuwan berhasil meneliti komponen elektronik fleksibel seperti transistor dan sensor super tipis. Tujuannya untuk merangkai jenis komponen seperti barang tekstil atau mirip dengan sehelai kain, dan mengembangkan sensor aman yang dapat memantau berbagai fungsi tubuh.

Lensa Kontak Gunakan Elektronik Transparan Ultra Tipis


Sebuah daun ficus mengandung potongan membran metalik mengkilap, Niko Munzenrieder mengangkat potongan membran tipis itu keatas daun seperti film. Karakteristik khusus pada komponen elektronik berbentuk membran ultra tipis mampu beradaptasi dengan sempurna. Sensor transparan yang dikembangkan pada lensa kontak secara harfiah sangat mudah digunakan pada mata manusia. Proyek ini telah dikembangkan selama setahun yang terdiri dari Parylene Polimer dengan ketebalan maksimum 0.001 milimeter, jauh lebih tipis dari rambut manusia.

Lensa kontak, elektronik fleksibel ultra tipis

Ilmuwan membuat transistor dan sensor dari bahan semikonduktor seperti Indium Gallium Zinc Oxide dan konduktor dari emas. Dari bahan ini mereka menciptakan film Parylene dengan komponen elektronik yang melekat dari Wafer. Komponen ini sangat fleksibel, mudah beradaptasi dan tergantung pada bahan yang digunakan pada transistor transparan. Radius bending secara teoritis ditentukan dengan ukuran 50 mikrometer, selama percobaan material menempatkan membran elektronik pada rambut manusia dan membran tersebut membungkus rambut sendiri dengan sempurna. Walaupun transistor yang digunakan berbahan keramik dan kurang fleksibel tetapi masih bisa ditekuk dengan sempurna.

Potensi yang paling menarik meletakkan teknologi elektronik ultra tipis antara lain dalam pengembangan lensa kontak pintar. Dalam tes awal para peneliti menggunakan transistor film tipis pada lensa kontak standar. Lensa kontak pintar diletakkan pada mata buatan dan menguji membran elektronik, sehingga bisa menahan kelenturan mata dan bisa berfungsi stabil. Hasilnya, jenis lensa kontak pintar dapat digunakan untuk mengukur tekanan intraokular yang berfungsi sebagai pencegah resiko utama penderita glaukoma.

Tetapi para peneliti harus mengatasi beberapa kendala teknis lensa kontak pintar sebelum digunakan secara komersial, dimana elektronik yang melekat pada lensa kontak harus di optimalkan untuk memperhitungkan dampak elektronik pada mata berair. Sensor dan transistor membutuhkan energi meskipun sangat kecil sehingga memerlukan sumber daya eksternal, sehingga pengembangan energi surya mungkin menjadi langkad selanjutnya.

Teknologi lensa pintar dimasa mendatang akan menjadi salah satu tren yang mungkin paling banyak digunakan manusia. Tidak ada lagi orang yang membawa gadget, atau lensa kontak pintar ini merupakan solusi terbaik untuk mengatasi masalag umum pengguna lensa kontak. Pengembangan transistor dan sensor masih terus dilanjutkan, ilmuwan yakin langkah mereka sudah sangat dekat. Langkah akhir lensa kontak masih terhenti pada sumber energi listrik, sementara mengatasi anti air cukup mudah dikembangkan.

Referensi


Eye-catching electronics, 7 January 2014 by ETH Zurich. Journal: Wafer-scale design of lightweight and transparent electronics that wraps around hairs. Nature Communications, 2014.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.