Ads Top

Ilmuwan Ungkap Perkiraan Cuaca Berawan Di Planet GJ1214b


Saat ini, tim ilmuwan semakin dipermudah untuk mendeteksi keberadaan exoplanet dengan perkiraan cuaca, dimana mereka mendapat gambaran cuaca berawan, mendung atau lebih banyak awan yang menaungi planet GJ1214b.

Studi ini dipimpin oleh peneliti Department Of Astronomy And Astrophysics dari University Of Chicago, pertama kali menandai suasana cuaca planet Super Earth yang mengorbit pada bintang lain. Planet yang diteliti dikenal sebagai GJ1214b yang diklarifikasi sebagai jenis planet Super Earth, karena massa lebih besar dari Bumi dan Neptunus.

Teleskop Hubble Ungkap Cuaca Berawan Di Planet Alien


Dalam pencarian planet alternatif, exoplanet diantara bintang lain telah membuktikan bahwa planet GJ1214b merupakan salah satu jenis planet yang paling umum di galaksi Bima Sakti. Karena planet tersebut tidak berada dalam tata surya dan jarak yang teramat jauh, sehingga sifat fisik planet ini sebagian besar hampir tidak bisa diketahui. Penelitian sebelumnya menjelaskan dua kemungkinan penafsiran adanya atmosfer di planet GJ1214b, terdiri dari uap air atau beberapa jenis molekul berat lainnya, dan kemungkinan besar memiliki awan sehingga ilmuwan kesulitan mengamati apa yang ada di permukaan planet tersebut.

Planet Alien, GJ1214b

Dan sekarang, tim Jacob Bean telah berhasil mendeteksi bukti yang jelas adanya awan di atmosfer planet GJ1214b dari data yang dihimpun melalui teleskop Hubble Space. Pengamatan Hubble Space mendeteksi planet dalam waktu kurang lebih 96 jam selama 11 bulan, dan ini merupakan program Hubble terbesar untuk mempelajari planet ekstrasurya tunggal.

Menurut para ilmuwan, planet GJ1214b dianggap penting untuk mengidentifikasi kehidupan, dengan kata lain planet ini kemungkinan berpenghuni karena mirip dengan Bumi. Planet ini terletak sekitar 40 tahun cahaya dari bumi ke arah konstelasi Ophiuchus, dan planet GJ1214b dianggap paling mudah diamati dalam jajaran planet Super-Earth. Setiap 38 jam ketika benda ini melintasi bintang induknya, maka pada waktu itu para ilmuwan mendapatkan waktu yang tepat untuk mempelajari atmosfer planet tersebut.

Menurut tim peneliti, mereka menggunakan teleskop Hubble secara tepat mengukur spektrum Planet GJ1214b di titik cahaya inframerah, dan secara langsung mendeteksi adanya awan yang menyelimuti permukaan planet. Sejak Planet GJ1214b ditemukan pada tahun 2009, benda angkasa ini kemudian menjadi objek pengamatan untuk mengetahui karakteristik atmosfer planet, dimana hasil spektrum pertama terjadi pada tahun 2010 dengan menggunakan teleskop berbasis darat. Perkiraan spektrum pertama menyatakan adanya uap air atau hidrogen yang di dominasi oleh awan.

Jari-jari Planet GJ1214b dapat disimpulkan dari jumlah peredupan yang terlihat ketika planet melintas tepat di depan bintang induk yang terlihat dari bumi. Massa planet ini dapat disimpulkan dari pengamatan sensistif yang diukur melalui pergeseran kecil garis spektrum bintang yang disebabkan adanya efek doppler. Melalui perbandingan model teoritis, kepadatan menggambarkan informasi berguna tentang komposisi dan struktur planet. Suasana Planet GJ1214b bisa saja berbatu karena tertutupi awan, atau mungkin saja kaya hidrogen.  

Spektrum pada teleskop Hubble mengungkapkan tidak ada jejak kimia apapun pada lapisan atmosfer planet GJ1214b, sehingga ilmuwan beranggapan bahwa atmosfer bebas dari awan yang terbuat dari uap air, metana, nitrogen, dan karbon dioksida. Dengan kata lain bahwa awan yang berada di planet tersebut tidak mirip dengan awan di Bumi. Model memprediksi bahwa awan pada planet GJ1214b tercipta dari kalium klorida tau seng sulfida pada suhu siang hari berkisar 450 derajat Fahrenheit.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.