Ads Top

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Pertama Pada Bintang Berputar


Ilmuwan Spanyol akhirnya berhasil menemukan sistem biner pertama yang terdiri dari sebuah lubang hitam dan bintang berputar atau bintang 'Be-Type', meskipun menurut teori sebelumnya dinyatakan bahwa hal ini tidak akan pernah mungkin terjadi. 

Pengamatan lubang hitam pada bintang berputar menggunakkan teleskop Liverpool Observatorio del Roque de los Muschachos, Spanyol. Menurut ilmuwan Instituto de Astrofísica de Canarias dan La Laguna University, bintang Be-Tipe merupakan tipe umum yang bisa ditemukan di alam semesta, bahkan di galaksi Bima Sakti terdapat 80 bintang Be-Type yang dikenal dalam sistem biner bersama-sam dengan bintang neutron. Ciri khas bintang ini memiliki gaya sentrifugal kuat, mampu berputar sangat cepat.

Lubang Hitam Pada Bintang Berputar (Be-Type)


Fenomena lubang hitam merupakan misteri besar yang masih terus dipelajari ilmuwan dan astronom. Mereka menyerap cahaya sehingga teleskop tidak mampu mendeteksinya. Lubang hitam terkadang dapat memicu radiasi energi tingkat tinggi dari lingkungan sekitar dan hal ini membuat peneliti cukup mudah melacaknya dengan menggunakan satelit sinar-X. Jika emsisi sinar-X terdeteksi di suatu tempat tetapi tidak ada hal aneh dan bintang terlihat normal, kemungkinan lubang hitam bersembunyi disana. Dengan metode ini, maka para ilmuwan telah menemuan 55 potensi lubang hitam di luar angkasa selam 50 tahun terakhir. 

Teori relativitas umum memprediksi bahwa massa cukup besar akan merusak ruang waktu untuk membentuk lubang hitam. Sekitar lubang hitam terdapat permukaan yang disebut cakrawala peristiwa yang menandai 'point of return' menyerap semua cahaya yang memasukinya. Teori medan kuantum dalam ruang waktu melengkung memprediksi bahwa lubang hitam memancarkan radiasi seperti benda hitam dengan suhu terbatas, suhu ini berbanding terbalik dengan massa lubang hitam sehingga sulit untuk mengamati radiasi tersebut.

Fenomena lubang hitam dari massa bintang bisanya terbentuk ketika bintang masif runtuh di akhir siklusnya. Setelah lubang hitam terbentuk dapat terus bertambah dengan menyerap massa disekitar lingkungan. Tetapi dengan menyerap bintang lain dan bergabung dengan lubang hitam lain, maka lubang hitam supermasif berukuran jutaan kali massa matahari bisa terbentuk dan umumnya berada di pusat galaksi. 

Lubang Hitam, Bintang Berputar, Be-Type

Bintang Be-Type yang memiliki lubang hitam disebut MWC 656 yang terletak di konstelasi Lacerta berjarak 8500 tahun cahaya dari Bumi. Bintang ini berputar begitu cepat dengan kecepatan permukaannya berkisar 1 juta kilometer per-jam. Tim peneliti mulai mempelajari bintang ini pada tahun 2010 pada saat teleskop ruang angkasa mendeteksi emisi sinar gamma transien. Kemudian emisi sinar gamma menghilang dan mereka menemukan bintang sistem biner.

Analisis rinsi spektrum disimpulkan dengan karakteristik objek berukuran antara 3,8 hingga 6,9 dari massa matahari. Objek sebesar itu terlihat dengan teleskop dan memiliki lubang hitam, tidak ada bintang neutron seperti itu yang bertahan dengan ukuran lebih dari 3 kali massa matahari. Lubang hitam mengorbit pada bintang Be-Type dan menyedot materi yang terlontar dari perputarannya. Ilmuwan berusaha mempelajari emisi dari disk akresi sehingga bisa menganalisis gerakan lubang hitam dan mengukur massanya.

Para ilmuwan yang terlibat dalam penelitian ini meyakini bahwa objek tersebut menjadi anggota terdekat dari populasi tersembunyi bintang Be-Type. Sistem ini jauh lebih umum tetapi sulit mendeteksinya karena lubang hitam menyerap gas yang dikeluarkan bintang Be-Type tanpa menghasilkan banyak radiasi. Jadi seakan-akan lubang hitam ini mampu bekerja secara diam-diam, berbeda dengan fenomena lubang hitam pada umumnya. 

Tetapi dalam penelitian ini, emisi sinar X hampir sama sekali tidak ditemukan dan sangat tidak mungkin hal itu terjadi pada bintang Be-Type. Dan para peneliti meyakini ada ribuan lubang hitam sistem biner di Bima Sakti. Temuan ini dianggap unik karena belum pernah ada yang situasi yang sama, tentunya menambah misteri keberadaan lubang hitam dan bintang Be-Type.

Referensi


Spanish researchers discover the first black hole orbiting a ‘spinning’ star, publish 16 January 2014 by Universidad de Barcelona. Journal ref: A Be-type star with a black-hole companion. Nature, 2014

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.