Ads Top


Asal Usul Gelombang Raksasa Laut Cina Selatan Dari Arus Bawah Laut

Melalui serangkaian test yang diuji dalam laboratorium dan Selat Luzon, ilmuwan berhasil mengungkap asal usul gelombang raksasa laut Cina Selatan yang bisa mencapai ratusan meter. Di permukaan laut mungkin bisa saja tidak terlihat dan hanya naik beberapa inchi, tetapi sebenarnya aurs air didalam bergolak keras.

Gelombang internal (arus bawah) yang tersembunyi di dalam laut Cina Selatan ternyata mampu mencapai ratusan meter sehingga secara tidak langsung memberikan efek tersendiri pada iklim bumi dan ekosistem laut. Tim penelitian ini dipimpin oleh Peacock, didanai oleh ONR, Centre Nationale de Recherche Scientifique, Agence Nationale de la Recherche France, dan MIT-France Program. Hasil analisis dipublikasi Geophysical Research Letters, pada Januari 2014.

Gelombang Raksasa Laut Cina Selatan


Penelitian tentang gelombang raksasa laut Cina Selatan diuji dalam laboratorium dan di laut untuk mengetahui sifat dan perkembangan gelombang internal (arus bawah laut), dimana teka-teki ini telah menjadi tanya tanya besar dikalangan ilmuwan, khususnya arus bawah laut Cina Selatan. Efek yang biasa terlihat di permukaan laut tampaknya bisa terlihat, kenaikan gelombang permukaan biasanya beberapa ratus meter dan hal itu hal yang biasa.

gelombang raksasa, arus bawah laut

Gelombang bawah laut (arus bawah) bentuknya hampir mirip dengan gelombang permukaan, satu-satunya yang membedakan kedua gelombang adalah densitas yang disebabkan perbedaan suhu atau salinitas, sehingga air laut menjadi bergelombang. Secara kasat mata bisa dirasakan seperti batas antara angin, air asin bawah laut terasa hangat, dan sedikit air asin dipermukaan dapat terdeteksi secara instrumental. Batas antara arus bawah dan air laut (layer) bisa saja menyerupai permukaan yang menghasilkan gelombang mampu mencapai ketinggian menjulang dengan jarak yang luas. Dan memegang peran penting dalam pencampuran air laut serta membantu mendorong air hangat yang ada di permukaan ke bawah laut, hal ini juga menggambarkan suhu panas di atmosfer. 

Gelombang internal sangat sulit dideteksi, tetapi tim yang dipimpin Thomas Peacock seorang Profesor tehnik mesin MIT berusaha untuk memecahkan misteri arus bawah secara langsung di laut Cina Selatan. Mereka melakukan serangkaian tes dan eksperimen laboratorium untuk memprediksi gelombang internal yang sering terjadi di Selat Luzon, sekitar Taiwan dan Filipina. Sejak dulu sudah diketahui bahwa Selat Luzon memiliki aurs bawah laut yang paling kuat sehingga sering menimbulkan gelombang raksasa dipermukaan.

Percobaan ini menggunakan model topografi dasar laut Selat Luzon, dari pengamatan ini diperoleh gelombang soliter mampu mencapai ketinggian 170 meter dan bergerak perlahan beberapa centimeter perdetik. Dengan kata lain, gelombang raksasa ini bergerak lambat dan bisa saja menghancurkan kapal nelayan. Gelombang raksasa laut Cina Selatan Selatan merupakan kunci yang membantu membuka tabir iklim global dan membuka misteri pencampuran air laut.

Pada saat ini model iklim yang digunakan secara umum tidak mampu mengungkap proses gelombang internal. Gelombang raksasa laut Cina Selatan sudah dikenal selama lebih dari satu abad dan terkadang sulit dipahami. Dibawah Selat Luzon, seperti air yang mengalir dari atas pegunungan, deras dan melalui rongga-rongga sempit. Efek juga terjadi pada ekosistem karang yang dianggap rentan terhadap perubahan iklim global dan mampu membawa nutrisi bawah laut ke permukaan. Jika ini terjadi, rantai makanan akan terhenti sementara dimana spesis kecil akan kekurangan makanan.

Beberapa alasan mendorong Selat Luzon sebagai ekosistem penting dan perkembangan biologi kawasan tersebut. Selain itu ilmuwan bisa memahami bagaimana pencampuran air hangat dan dingin, turbulensi, dan navigasi laut Cina Selatan. Penelitian gelombang bawah laut juga untuk mengetahui transfer panas dari permukaan kedalam laut, dan menentukan gelombang raksasa yang akan tercipta melalui citra satelit di Selat Luzon.

Referensi


The ocean’s hidden waves show their power, publish 8 January 2014 by Massachusetts Institute of Technology. Paper: Deep long-period earthquakes west of the volcanic arc in Oregon: evidence of serpentine dehydration in the forearc mantle wedge. Geophysical Research Letters, 2014

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.