Ads Top

Ada Getaran Kuantum Pada Otak Manusia, Mimpi Adalah Nyata


Selama lebih dari 20 tahun teori kontroversial (Orch OR) menyebutkan bahwa kesadaran berasal dari tingkat yang lebih dalam, kegiatan skala yang lebih halus terjadi dalam neuron otak manusia. Tetapi, penemuan terbaru yang memecahkan misteri getaran kuantum dalam 'Mikrotubulus' didalam Neuron otak telah memperkuat kebenaran teori kesadaran kontroversial.

Penrose, Hameroff dan Bandyopadhyay akan mengeksplorasi teori mereka pada sebuah acara yang akan diadakan pada tanggal 16 hingga 18 Januari 2014 di Amsterdam, Belanda. Diskusi panjang ini meperdebatkan makalah tentang 'Microtubules and the Big Consciousness Debate' (Brainstorm Sessions).

Bukti Teori Kesadaran, Getaran Kuantum Otak Manusia


Penrose berusaha membuktikan teori relativitas umum dan teori kuantum menggunakan ide sendiri tentang struktur kemungkinan ruang waktu. Menurutnya, ruang waktu melengkung pada skala Planck tidak kontinyu tetapi diskretasi. Setiap superposisi kuantum yang dipisahkan memiliki sepotong kelengkungan ruang waktu (melepuh dalam ruang waktu). Gravitasi memberikan gaya pada ruang waktu yang melepuh tersebut, menjad itidak stabil di atas skala Planck dan hancur hanya pada salah satu bagian partikel. Semakin besar energi massa benda maka semakin cepat menjalani OR dan sebaliknya. Namun, benda di suatu tempat antara dua skala bisa runtuh pada skala waktu relevan dengan proses saraf.

Penrose mengklaim bahwa informasi tersebut dianggap Platonis yang mewakili kebenaran murni matematika, estetika dan nilai etika skala Planck. Hal ini berkaitan dengan ide Penrose tentang tiga dunia, fisik, mental dan dunia matematika Platonis. Menurut teorinya, Platonis sesuai dengan geometri ruang waktu mendasar yang diklaim mendukung pemikiran non-komputasi.

Getaran Kuantum

Menurut ilmuwan, mereka berpendapat bahwa EEG ritme (gelombang otak) berasal dari tingkat getaran Mikrotubulus. Dari sudut pandang sangat praktis, mengobati getaran mikrotubulus otak bisa menguntungkan sejumlah kondisi mental, neurologis dan kognitif. Teori Orch OR pertama kali dikemukakan pada tahun 1990-an oleh Sir Roger Penrose, fisikawan matematika terkemuka dan anestasi terkemuka Stuart Hameroff. Menurut mereka, perhitungan getaran kuantum dalam mikrotubulus diatur input sinaptik dan memori yang tersimpan dalam mikrotubulus (Orch), dan diakhiri dengan tujuan pengurangan (OR), dimana Mirkotubulus merupakan komponen utama dan kerangka struktural sel.
Teori Orch OR mendapat kecaman keras sejak pertama kali diungkapkan kedua ilmuwan, karena otak dianggap terlalu "hangat dan berisik" untuk memproses kuantum yang secara teoritis jauh lebih halus.
Tetapi bukti itu kini telah menunjukkan koherensi getaran kuantum hangat dalam uji fotosintesis tanaman, navigasi otak burung, penciuman dan mikrotubulus otak manusia. Penelitian getaran kuantum dalam mikrotubulus dalam otak dilakukan oleh sekelompok peneliti yang dipimpin  Anirban Bandyopadhyay PhD dari National Institute of Material Sciences in Tsukuba. Dalam penelitian ini mereka menguatkan teori Orch OR dan menunjukkan bahwa irama EEG berasal dari tingkat getaran mikrotubulus jauh lebih dalam. Anestesi secara kolektif menghapus kesadaran bersifat sementara dan menghemat aktifitas otak non-sadar, semua ini melalui mikrotubulus pada neuron otak manusia.

Kesadaran mencerminkan alam semesta (lihat juga pembuktian ilmiah terdahulu "Ilmuwan Buktikan: Alam Semesta Adalah Hologram"), sifat keberadaan manusia yang berevolusi dari perhitungan kompleks diantara neuron otak manusia. Hal ini akan membuka potensi Pandora Box, sehingga penggunaan teori terdahulu menghasilkan kesadaran yang berasal dari getaran kuantum yang terjadi di mikrotubulus, polimer protein dalam neuron otak, dimana keduanya mengatur saraf dan fungsi sinaptik serta menghubungkan proses otak untuk mengorganisir diri dalam skala halus (struktur kuantum realitas).

Bukti ini telah jelas mendukung Teori Orch OR walaupun sepanjang perjalanan banyak pendapat skeptis dilontarkan ilmuwan lain selama 20 tahun terakhir. Bit kuantum atau Qubit (Orch OR) dianggap sebagai jalur heliks di kisi mikrotubulus, hal ini merupakan sebuah aspek baru yang di dukung pengujian terkini. Getaran yang di hasilkan kuantum mikrotubulus (Megahertz) terlihat mengganggu dan menghasilkan frekuensi EEG jauh lebih lambat. Selama ini asal usul yang mendasari ritme EEg tetap menjadi misteri, tetapi uji klinis stimulasi otak menghasilkan resonansi mikrotubulus dengan getaran mekanis Megahertz (menggunakan ultra sound transkranial) dan menunjukkan perubahan yang terlihat pada suasana hati, mungkin juga terbukti bermanfaat terhadap penyakit cedera otak.

Teori Orch OR merupakan teori paling kontroversional dan komprehensif, setelah lebih dari 20 tahun akhirnya berhasil diuji melalui kesadaran manusia. Dari sudut pandang praktis getaran kunatum mikrotubulus akan mengobati kondisi mental, neurologis dan kognitif.

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.