Ads Top


Teleskop Liverpool Ungkap Ledakan Sinar Gamma Terbesar Alam Semesta

Penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh tim astronomi internasional dari Inggris, Slovenia dan Italia, menghasilkan tampilan terbaik dari instrumen medan magnet di pusat ledakan sinar gamma, ledakan paling energik dan terbesar di alam semesta. Ledakan sinar gamma merupakan ledakan paling terang di alam semesta, sebagian besar ilmuwan menganggap fenomena ini terjadi akibat inti dari sebuah bintang masif yang kehabisan bahan bakar nuklir, sehingga hancur bersamaan dengan massa-nya sendiri dan membentuk lubang hitam.

Lubang hitam yang tercipta tersebut kemudian akan mendorong partikel jet yang menelusuri semua arah melalui bintang yang hancur dan meledak di luar angkasa dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Fenomena ledakan sinar gamma dianggap sangat langka dan menyimpan berbagai misteri yang belum bisa dipecahkan dalam dunia fisika.

Temuan Ledakan Gamma Ray Terbesar


Pada tanggal 8 Maret 2012 lalu, satelit Swift milik NASA mendeteksi adanya 100 detik pulse sinar gamma berasal dari konstelasi Ursa Minor. Satelit ini kemudian meneruskan letak lokasi ledakan sinar gamma keseluruh observatorium di seluruh dunia, dan diberi nama GRB 120308A. Secara otomatis, teleskop Liverpool Telescope 2 yang berada di Roque de los Muchachos Observatory di kepulauan Canary menanggapi pemberitahuan yang dikirimkan satelit Swift. Dan dalam waktu empat menit setelah menerima pemberitahuan Swift, para ahli astronom yang sedang bertugas disana langsung membuat ribuan gambar dan pengukuran.

ledakan gamma ray, sinar gamma

Teleskop ini dilengkapi dengan instrumen unik yang diberi nama RINGO2, secara khusus di desain untuk mendeteksi arah yang diinginkan atau disebut polarisasi, dalam getaran gelombang cahaya yang dihasilkan suatu ledakan. Tim peneliti yang dipimpin oleh Carolle Mundell membangun RINGO2 untuk menyelidiki medan magnet yang membenarkan adanya dorongan dan fokus jet akibat ledakan sinar gamma.  Energi diseluruh spektrum  dari gelombang radio sinar gamma dipancarkan ketika melepaskan jet di sekitarnya dan mulai mengurangi kecepatan.
Hal ini tentunya akan menyebabkan pembentukan gelombang kejut di sekitarnya, materi sekeliling akan bergerak. Kemudian pada saat yang sama, gelombang kejut berbalik arah kembali kedalam puing-puing jet yang terlepas, disini juga terjadi produksi emisi yang terang.
Gambar yang berhasil tertangkap oleh Liverpool Telescope memungkinkan tim Mundell untuk mengungkap ledakan hanya dalam waktu empat menit setelah ledakan awal. Dan selama sepuluh menit berikutnya RINGO2 telah berhasil mengumpulkan sekitar 5600 foto. 

Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa cahaya pijar awal yang terpolarisasi berkisar 28 persen, ini merupakan nilai tertinggi yang pernah tercatat dalam ledakan gamma ray. Kemudian perlahan-lahan turun menjadi 16 persen, sedangkan sudut cahaya masih tetap terpolarisasi. Dari analisis ini menunjukkan bahwa medan magnet terorganisir berskala besar terkait dengan lubang hitam, dan bukan medan magnet tak beraturan yang dihasilkan oleh ketidakstabilan dalam jet yang tercipta tersebut.

Model teoritis yang diungkapkan tim Mundell, menyatakan bahwa ledakan sinar gamma memprediksi cahaya yang berasal dari gelombang kejut sebaliknya harus menunjukkan emisi terpolarisasi yang kuat dan stabil, dan jika jet yang dihasilkan memiliki medan magnet terstruktur berasal dari lingkungan di sekitar luang hitam yang baru terbentuk, karena hal ini dianggap sebagai pusat yang mengendalikan ledakan.

Referensi: 

Glimpsing the Infrastructure of a Gamma-ray Burst Jet  via NASA. Highly polarized light from stable ordered magnetic fields in GRB120308A. Nature, 2013; 504 (7478): 119 DOI

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.