Ads Top

Tapir Kabomani, Spesis Baru Yang Terancam Punah


Sejak tahun 1865, setidaknya ilmuwan telah menemukan empat spesis tapir yang salah satunya hidup di Asia, tiga jenis hidup di Amerika Tengah dan Selatan. Hewan ini diperkirakan memiliki bobot 100 kilogram dan hidup di belantara hutan Amazon selama ratusan tahun.

Spesis baru Tapir Kabomani berasal dari hutan sabana terbuka di Brazil dan Kolombia, spesis ini termasuk anggota baru dari keluarga tapir (Tapiridae) herbivora besar turunan mamalia Perissodactyla. Catatan fosil tentang sejarah tapir diperkirakan hidup pada priode Eosen sekitar 41 juta tahun yang lalu, dimana wilayah hidup mereka jauh lebih luas memasuki Eropa, Asia dan Amerika.

Spesis Baru Tapir Kabomani


Penelitian spesis tapir telah dimulai dari tahun 1865 dimana hingga saat ini telah ditemukan tiga spesis hidup di Amerika tengah dan Selatan diantaranya Tapirus Terestris (Tapir Brazil), Tapirus Bairdii, Tapirus Pinchaque. Satu spesis hidup di Asia yang disebut Tapirus Indicus (Tapir Malaya), kemudian yang terakhir menambah dokumentasi tapir baru di Amerika disebut Tapirus Kabomani.

tapir kabomani, spesis baru

Tapir Kabomani merupakan tapir kerdil, atau terkecil dari spesis yang ada. Berat tubuh tapir dewasa diperkirakan 100 kilogram dengan tinggi bahu sekitar 90 centimeter dan panjang tubuh mencapai 130 centimeter. Kabomani diambil dari bahasa Paumari Indian, secara eksternal spesis ini berbeda dari spesis yang sama (Tapirus Terrestris asal Brazil) yang memiliki rambut gelap, dahi lebih luas dan ukuran relatif kecil. Banyak nama yang telah diusulkan sebelumnya untuk spesis ini, karena taksa diduga dari genus Tapirus asal Amerika Selatan. Beberapa nama awal diusulkan sebagai pengganti nama Linnean asli, Hippopotamus Terrestris atau deskripsi independen dari spesis yang sama.

Menurut tim peneliti, Tapir Kabomani sering diburu penduduk lokal sehingga mereka menggunakan informasi pemburu dalam penyelidikan jenis langka ini. Dari foto yang diperoleh, spesimen kelamin menunjukkan bahwa betina memiliki kulit abu-abu putih disekitar rahang bawah hingga ke pipi dan pangkal telingan, mirip dengan Tapirus Bairdii. Sementara jenis jantan tidak menunjukkan tanda-tanda spesimen tersebut dan warna kemungkinan lebih kecil, telinga memiliki garis putih seperti yang ada pada semua spesis Tapirus.

Makanan Tapir Kabomani sebagian besar mengkonsumsi daun dan biji dari pohon palem Attalea Maripa, Orbignya phalerata dan Astrocaryum Aculeatum. Menurut ilmuwan yang meneliti keberadaan hewan tapirus kabomani mendiami hutan sabana yang berada di Amazonas, Rondonia dan Grosso di Brazil. Menurut informasi penduduk lokal, Tapir Kabomani mungkin juga berada di Amazon timur sepanjang Guiana Shield, Amapa dan French Guiana selatan.

Tapir diperkirakan selamat dari kepunahan pada zaman Pleitosen akhir, sebagian besar jenis mamalia ini hidup dibeberapa benua. Semua spesis yang tersisa saat sangat rentan dan masyarakat lokal terus menerus memburu sehingga mengakibatkan kerusakan habitat. Spesis ini dianggap terancam, dimana para ilmuwan berencana membuat status konservasi karena secara historis para pemburu sudah sangat mengenali jenis Tapir Kabomani. Pada dasarnya, semua spesis tapir saat ini dalam status terancam punah, dan tanpa terkecuali spesis Tapirus Kabomani mungkin yang paling banyak diburu dan sulit ditemukan. Jika terlambat, Tapirus Kabomani mungkin tak akan pernah ditemukan. 

Menurut Mario Cozzuol seorang ahli paleontologi yang juga ikut berperan dalam penelitian ini, dia menemukan bukti pertama sepuluh tahun yang lalu saat memeriksa tengkorak tapir yang tidak sesuai dengan kriteria spesis lokal lainnya. Sampel tengkorak diperoleh dari museum yang selama ini dikumpulkan peneliti dilapangan dan hewan yang diberikan pemburu lokal. 

Sepuluh tahun sejak peneliti mengumpulkan sampel DNA dan tengkorak dari pemburu lokal dan warga indian Karitiana, penelitian genetik menunjukkan bahwa tapir belum banyak berubah sejak spesis ini pertama kali hidup sekitar 50 juta tahun lalu. Dan spesis baru Tapir Kabomani merupakan cabang spesis yang hidup di Amerika Selatan sudah ada sejak 300 ribu tahun lalu.

Referensi


A new species of tapir from the Amazon, Journal of Mammalogy 94(6):1331-1345. 2013 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.