Ads Top

Pertama Kali, Temuan Molekul Gas Mulia Argon Hibrida Luar Angkasa


Tim astronom dari Cardiff University telah berhasil menemukan molekul gas mulia Argon Hibrida yang berada di luar angkasa, dengan menggunakan instrumen Cardiff pada perangkat Europe's Herschel Space Observatory. 

Menurut Dr Haley Gomez dari Cardiff University School of Physics and Astronomy, molekul gas mulia ini disebut Argon Hibrida, gas tersebut terlihat di Nebula Crab (Kepiting) yang merupakan sisa-sisa dari ledakan bintang yang pernah terjadi sekitar 1000 tahun lalu. Sebelum adanya penemuan gas mulia di luar angkasa, ilmuwan telah mempelajari molekul sejenis di laboratorium Bumi.

Temuan Molekul Gas Mulia Argon Hibrida


Molekul gas mulia Argon Hibrida meliputi helium, argon, kripton dan radon, biasanya gas ini tidak mudah bereaksi dengan unsur-unsur kimia lain dan paling sering ditemukan. Senyawa kimia seperti ini pernah di teliti pada beberapa laboratorium dan astronom menganggap bahwa kondisi yang tepat tidak hanya terjadi di luar angkasa.

molekul gas mulia, Argon Hibrida, nebula kepiting

Nebula Kepiting diduga terbentuk akibat ledakan bintang yang terjadi seribu tahun lalu, dimana dalam istilah astronomi usia nebula ini masih sangat muda dan relatif dekat sekitar 6500 tahun cahaya. Pada tahun lalu, tim peneliti telah berusaha mempelajari jaringan yang rumit dari filamen gas untuk menemukan bagaimana ledakan bintang menciptakan debu angkasa. Penelitian ini telah didukung perangkat canggih yang digunakan pada Observator Herschel Space milik Badan Antariksa Eropa.

Pengukuran Nebula Kepiting selanjutnya menggunakan instrumen Spire Herschel, dimana pengembangan dan operasi tersebut dipimpin oleh Profesor Matt Griffin dari School of Physics and Astronomy. Molekul gas mulia berputar di luar angkasa, gas-gas ini memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang sangat spesifik, atau warna yang disebut garis emisi. Panjang gelombang yang tepat dapat ditentukan pada komposisi dan struktur molekul, mereka mengamati garis emisi menggunakan instrumen Spire memungkinkan astronom mempelajari unsur kimia luar angkasa.

Tim peneliti sebenarnya hampir tidak menemukan apapun di luar angkasa, jadi temuan molekul gas mulia Argon Hibrida hanya suatu kebetulan. Mereka benar-benar konsentrasi terhadap debu di filamen dan kemudian muncul dua garis emisi yang cerah, persis seperti debu yang bersinar. Tim astronom mengalami kesulitan tentang fenomena yang terlihat, darimana garis-garis tersebut berasal, tetapi tak ada yang tahu karena belum pernah ada yang melihatnya. Pada awalnya penemuan gas mulia Argon terlihat sangat aneh, gas panas itu masih terus berkembang pada kecepatan tinggi setelah ledakan seribu tahun lalu. Gas mulia ini merupakan sisa supernova yang amat keras hingga pengaruh lingkungan yang panas dan berlawanan.

Molekul gas mulia Argon Hibrida tercipta ketika ledakan awal terjadi, kemudian ter-ionisasi atau mengalami energi tinggi dengan pelepasan elektron dari inti atom menghasilkan radiasi gelombang listrik. Gelombang itu kemudian menyebabkan pembentukan jaringan filamen dingin yang mengandung molekul hidrogen dan tercipta dari dua atom hidrogen. Gas Argon tersebut kemudian bercampur dengan gas dingin untuk memberikan kondisi sempurna dalam membentuk senyawa gas mulia. 

Hal ini memungkinkan tim astronom untuk mengukur properti lain yang terdapat dalam molekul Argon Hibrida. Menurut Gomez, ketika mereka menemukan molekul Argon memungkinkan untuk mengevaluasi jenis isotop pada nebula Kepiting. Molekul gas mulia ini sangat berbeda dengan senyawa Argon yang biasa terlihat pada batuan di Bumi, sehingga pengukuran masa depan akan memungkinkan dalam penyelidikan sebenarnya tentang kejadian ledakan bintang seribu tahun yang lalu.

Harapan para peneliti dan astronom, dengan menggunakan instrumen Spire mereka dapat melihat melihat kinerja yang sangat baik dari spektrometer Herschel, dimana instrumen ini menghasilkan data kualitas tertinggi sehingga para ilmuwan mampu menganalisis molekul gas mulia Argon Hibrida dan menemukan senyawa baru yang menarik.

Referensi:

Noble gas molecule discovered in space via Cardiff University. Detection of a Noble Gas Molecular Ion, 36ArH, in the Crab Nebula. Science, 2013; 342 (6164): 1343

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.