Ads Top


Pertama Di Dunia, Komunikasi Molekul Gunakan Alkohol

Pesan teks saat ini tidak hanya bisa dikirimkan melalui signal, baru-baru ini ilmuwan berhasil menciptakan sistem komunikasi molekul untuk mengirim pesan data dalam lingkungan yang tidak memungkinkan seperti dalam terowongan, jaringan pipa, selokan dan bahkan di dalam tubuh manusia.

Tehnik yang dikembangakan tersebut memiliki berbagai aplikasi lingkungan dimana gelombang elektromagnetik tidak dapat digunakan, seperti yang sering terjadi dalam struktur terowongan bawah tanah atau lingkuan air lainnya. Sinyal molekul air merupakan fitur umum dari tanaman dan hewan, seperti serangga yang menggunakan feromon untuk sinyal jangka panjang.

Komunikasi Molekul Gunakan Alkohol


Dalam karya yang mereka kenalkan menggambarkan modular pertama dan platform yang diprogram mampu menstransmisikan pesan teks menggunakan sinyal kimia, atau lebih dikenal sebagai komunikasi molekuler. Bentuk komunikasi ini sangat menarik, dimana sistem nirkabel konvensional bisa saja menghambat, tetapi saat ini sudah ada solusi terbaik. Cara yang ditawarkan sangat sederhana dan murah, sistem yang diuji mengisi kesenjangan dalam literatur komunikasi molekul dimana hal ini dilakukan dalam simulasi model yang disederhanakan. 

Para ilmuwan dari University of Warwick di Inggris dan Universitas York di Kanada telah mengembangkan teknologi berkemampuan untuk mengubah pesan generik menjadi sinyal biner. Kemudian sinyal ini nantinya diprogram menjadi molekul alkohol yang menguap untuk menghasilkan potensi komunikasi molekuler, hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal terbuka.

komunikasi molekul

Demonstrasi sinyal komunikasi molekul pertama kali dilakukan di Kanada, dimana mereka membuat komunkasi molekuler dari lagu kebangsaan Kanada. sinyal ini kemudian dikirim disekitarnya atau beberapa meter di alam terbuka sebelum diterjemahkan penerima. Perangkat ini ternyata tidak menghabiskan banyak biaya, mereka menaksir biaya yang dikeluarkan berkisar 100 dollar.

Ilmuwan meyakini bahwa sistem komunikasi molekul yang sederhana bisa memasuki berbagai aplikasi, dimulai dari komunikasi lingkungan bawah tanah dimana sistem saat ini sering mengalami gangguan dengan nanoteknologi. Pengiriman pesan teks pertama di dunia dengan komunikasi molekul mimilki ciri khusus yang sama seperti pengiriman sinyal pada umumnya. Ilmuwan mengendalikan tingkat konsentrasi molekul alkohol untuk membuat kode huruf dengan semprotan tunggal akan mewakili 1 bit, dan tanpa semprotan mewakili 0 bit. Tehnik ini secara umum digunakan pada teknologi komunikasi.

Pengiriman sinyal atau isyarat merupakan sesuatu yang bisa terlihat sepanjang waktu di alam, misalnya lebah yang menggunakan bahan kimi dalam feromon mengisyaratkan kepada lebah lain ketika dia merasa terancam. Dalam teknologi modern yang digunakan manusia, metode ini tidak akan menggantikan gelombang elektromagnetik yang mengirimkan sebagian besar data. Tetapi ada beberapa titik dimana sistem komunikasi konvesional tidak mampu beradaptasi dengan baik, seperti didalam terowongan.

Potensi ini diharapkan mencakup pemantauan nirkabel pada limbah dan rig minyak. Sistem komunikasi molekul juga dapat digunakan untuk berkomunikasi pada skala nano, misalnya dalam pengobatan dimana kemajuan terbaru akan sangat memungkinkan menanam sensor ke dalam organ tubuh, atau membuat miniatur robot untuk melakukan tugas penargetan obat sel-sel kanker. Pada skala kecil ini, tidak akan terkendala sinyal elektromagnetik yang membutuhkan antena dengan panjang gelombang, tetapi sistem komunikasi zat kimia mampu menembus hingga ke dalam tubuh.

Sinyal komunikasi molekul juga diyakini Biokompatibel dan hanya membutuhkan sedikit energi dalam operasionalnya. Tehnik ini mungkin pernah ada dalam film layar lebar, dimana menceritakan tentang agen mata-mata yang menggunakan parfum untuk mengirimkan informasi penting, dan kini semua itu telah menjadi kenyataan.

Referensi


Messages sent via molecules can aid communication underground, underwater or inside the body, University of Warwick. Tabletop Molecular Communication: Text Messages through Chemical Signals. PLoS ONE, 2013; 8 (12): e82935

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.