Ads Top


Pendaratan Manusia Ke Planet Mars Akan Sebabkan Kanker

Masa depan Planet Mars sampai saat ini masih terus diperbincangkan kalangan ilmuwan, dimana dalam pengiriman robot Curiosity telah menghasilkan banyak temuan sebagai bukti memperkuat implikasi adanya potensi kehidupan planet Mars. Dari banyaknya temuan Curiosity, beberapa diantaranya menimbulkan tanda tanya, apakah planet Mars bisa menjadi habitat layak huni?

Beberapa hari yang lalu, American Geophysical Union mengadakan konfrensi pers dan menerbitkan makalah dimana ilmuwan mereka mengatakan adanya kemungkinan ekstrim pada sebuah danau kuno layak huni bagi mikroba di dekat lokasi pendaratan Curiosity, serta rincian sejarah geologi di lokasi pendaratan berikut radiasi berbahaya.

Planet Mars Layak Huni Bagi Mikroba


Dari makalah yang diterbitkan, para ilmuwan paling membahas masalah mikroba planet Mars pada endapan danau Yellowknife Bay, Kawah Gale, dimana Curiosity pernah menjelajah daerah tersebut. Analisis lingkungan menggunakan laser dan instrumen mewah yang dibawah robot rover, menemukan data yang menunjukkan bahwa wilayah itu pernah dihuni. Mungkin dianggap sebagai habitat dimana air mengalir dengan pH netral, salinitas rendah dan terdapat berbagai elemen penting yang menunjang kehidupan seperti karbon, hidrogen, oksigen, sulfur, nitrogen dan fosfor.

planet mars, curiosity

Salah satu mikroba, Chemolithoautotrophs diketahui berkembang pada gua-gua bumi dan ventilasi hidrotermal bahan kimia, hampir dipastikan mampu bertahan hidup di danau planet Mars. Danau dan habitat yang ada tersebut memperkuat analisis ilmuwan untuk memberikan jangka waktu riset lebih lanjut sehingga nantinya benar-benar menghasilkan suatu zona layak huni puluhan hingga ratusan tahun mendatang, walaupun ujicoba pertama menggunakan mikroba.

Dalam riset lain, ilmuwan mengungkapkan tentang misteri geologi planet Mars, dimana selama penjelajahan Curiosity menggunakan metode baru untuk mengetahui usia bebatuan yang berada dibawah permukaan planet Mars. Diantara laporan analisis itu menyebutkan bahwa planet Mars mungkin tidak memiliki kemampuan untuk melindungi makhluk hidup dari radiasi berbahaya, sebagian besar berasal dari sinar kosmik dan partikel energi matahari. Dalam konsep nyata, perjalanan yang telah dilalui Curiosity dari Bumi ke planet Mars membuktikan bahwa jalur tersebut berbahaya bagi manusia.

Pendaratan Ke Planet Mars, Resiko Kanker Seumur Hidup


Detektor yang terpasang pada Curiosity (Curiosity’s Radiation Assessment Detector) mengukur tingkat radiasi rata-rata sekitar 0.21 microGray per hari (mGy/day). Hal ini terjadi setelah robot melewati masa 300 hari pendaratannya di planet itu. Secara total ilmuwan memperkirakan tingkat permukaan rata-rata berada di titik 76 mGy/tahun. Pengukuran ini memeberikan informasi penting bagi manusia pada misi selanjutnya, pengiriman manusia ke planet Mars.

Menurut Dr Don Hassler dari Southwest Research Institute, para ilmuwan terus memantau lingkungan radiasi dan melihat efek badai matahari pada permukaan dan waktu siklus matahari yang berbeda.Pengukuran ini mengikat pada penyelidikan Curiosity tentang habitat layak huni, sumber radiasi tetap menjadi hal utama bagi kesehatan manusia yang juga akan mempengaruhi kelangsungan hidup mikroba dan pelestarian bahan kimia organik.

Temuan ini menyatakan bahwa dua bentuk radiasi menimbulkan resiko kesehatan potensial bagi astronot, diantaranya dosis rendah sinar kosmik galaksi (GCrs) dan kemungkinan eksposur jangka pendek partikel energi solar (SEP, terkait flare dan massa koronal). Radiasi planet Mars jauh lebih keras daripada di Bumi karena planet tersebut tidak memiliki medan magnet global dan atmosfer jauh lebih tipis. GCRs dan SEP berinteraksi dengan atmosfer, jika cukup kuat maka akan menembus kedalam tanah planet Mars. Dimana akan menghasilkan partikel sekunder yang berkontribusi terhadap lingkungan radiasi kompleks, fenomena ini tidak seperti yang terjadi di Bumi.
Misi Curiosity 500 hari di permukaan planet Mars membawa paparan radiasi sebesar 1 Sv, studi populasi jangka panjang menunjukkan paparan radiasi ini akan meningkatkan resiko kanker seumur hidup pada manusia. Pada konteksnya dosis 1 Sv dikaitkan dengan peningkatan 5 persen resiko kanker, dan ini merupakan hal yang fatal. 

Referensi


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.