Ads Top

Mungkinkah Mengubah Kuantum Masa Lalu Melalui Ruang Waktu?


Bagaimana mungkin secara teoritis terjadinya kloning quantum, menyalin data kuantum masa lalu? Awalnya teori ini diungkap oleh fisikawan Oxford, David Deutch yang menggunakan model sederhana dalam perjalanan waktu, berkaitan dengan paradoks yang akan terjadi jika seseorang bisa melakukan perjalanan kembali.

Jika saja semua ini memungkinkan, maka seseorang yang kembali ke waktu masa lalu bisa saja membunuh ayah Anda, kemudian sudah dipastikan bahwa Anda tidak akan pernah dilahirkan dan itu bisa mengubah sejarah. Beberapa teori paradoks menyatakan bahwa sebenarnya tidak mungkin manusia mengubah kuantum masa lalu, sejarah yang telah digariskan. Teori ini setidaknya menggambarkan bahwa film "Looper" yang dibintangi oleh Bruce Willis bisa saja terjadi, dan jika benar maka gambaran itu sangat mengerikan.

Kloning Kuantum Gunakan Subatomik Xerox


Time travel mungkin menjadi salah satu film fiksi laris dimana kita bisa berhayal bahwa "seandainya" pada waktu itu seorang manusia dilahirkan pada kondisi berbeda, atau sejarah perang dunia telah diacak dan berbalik fakta. Apakah sejarah yang tertulis bisa dirubah begitu saja? Apakah mungkin seseorang bisa menemukan dirinya di waktu yang sama? Seorang fisikawan berusaha mengungkapkan teori berdasarkan prinsip kerja mesin foto copy, dimana kita juga bisa menggunakan prinsip ini dalam lompatan ruang waktu.

masa lalu, lompatan kuantum

Paradoks ini bukan satu-satunya komplikasi yang bisa mengubah perjalanan waktu, masalah lainnya adalah teorema "No Kloning" atau bukan merupakan teorema subatomik Xerox yang dikenal sejak tahun 1982. Teorema ini berkaitan dengan fakta bahwa seseorang tidak akan bisa menyalin data kuantum. Hal ini merupakan konsekuensi dari prinsip ketidak pastian yang dikenalkan oleh Heisenberg, prinsip ini menyatakan bahwa seseorang dapat mengukur posisi partikel atau momentum tetapi tidak sekaligus keduanya dengan akurasi terbatas. 

Menurut teori Heisenberg, ketidak pastian adalah suatu hal yang mungkin untuk memiliki subatomik Xerox, mesin copy yang akan mengambil satu partikel dan melemparkan dua partikel dengan posisi momentum yang sama, maka kita akan mengetahui kedua partikel sekaligus. Teori ini sama seperti mesin foto copy, dimana kertas yang keluar akan menyalin persis seperti data aslinya. Tetapi kita tidak bisa menyalin sembarangan data kuantum masa lalu terkecuali mengambil bentuk khusus data klasik, karena teori "No Kloning" merupakan bagian mendasar mekanika kuantum yang akan membantu proses data kuantum. Jika suatu ketika kita tidak bisa menyalin data maka setidaknya harus memikirkan sesuatu dengan cara berbeda.

Jika kurva waktu tidak memungkinkan untuk menyalin data kuantum di titik berbeda, maka Wilde menyarankan harus melanggar dasar teorema "No Kloning" mekanika kuantum. Pendekatan ini memungkinkan sebuah partikel atau penjelajah waktu untuk membuat beberapa objek kembali dalam waktu. Seperti sebuah film yang diperankan oleh Bruce Willis, "Looper". Dengan kata lain bahwa dilokasi tertentu dalam ruang waktu akan ada lubang cacing, dimana seseorang bisa melompat dan muncul dibeberapa titik masa lalu.

Lompatan jalur tunggal ruang waktu kembali berbentuk spiral waktu, berperilaku sesuai dengan model Deutch dan harus memungkinkan partikel agar tetap sama memasuki loop setiap kali melewati titik tertentu. Jadi, partikel perlu mempertahankan konsistensi diri seperti lingkaran waktu. Dalam hal tertentu sudah memungkinkan menyalin data partikel dititik berbeda ruang waktu, karena pada waktu itu partikel telah terkirim berkali-kali. Manusia dapat mencoba melakukannya berkali-kali tetapi dengan konsekuensei mengubah kuantum masa lalu.

Teori yang yang diusung Wilde memberikan solusi yang memungkinkan kurva perulangan (loop) kembali ke masa lalu dan menyalin data kuantum didasarkan pada waktu perjalanan partikel tanpa mangganggu masa lalu. Setidaknya hal ini tidak akan mengganti sejarah, namun masih ada beberapa kontroversi mengenai interpretasi baru yang muncul setelahnya. Menurut Wilde, mereka benar-benar yakin bahwa mekanika kuantum benar pada saat ini, tapi dengan model baru yang diberikannya telah menunjukkan bahwa manusia pada dasarnya dapat melanggar sesuatu yang merupakan akibat langsung dari proses unitary.

Menurut penelitian lain, pendekatan Wilde tidak akan memungkinkan menyalin data kuantum dari kondisi partikel dari kondisi partikel yang memasuki lingkaran waktu karena alam sudah mengetahuinya, hal ini akibat dari perjalanan waktu yang terjadi berkali-kali. Kemampuan menyalin informasi kuantum bebas akan mengubah teori kuantum menjadi teori klasik dimana data klasik dianggap terjamin dengan kriptografi kuantum masa lalu sebenarnya tidak aman.  

Referensi:

Time Warp: LSU Researcher Shows Possibility of Cloning Quantum Information from the Past via LSU Research News. Quantum State Cloning Using Deutschian Closed Timelike Curves. Physical Review Letters, 2013; 111 (19)
Image Pocket watch, savonette-type via Wikipedia

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.