Ads Top


Lubang Hitam Kecil Lebih Rakus Dan Cepat


Jika kita beranggapan bahwa semakin besar lubang hitam maka semakin banyak dan cepat materi yang terhisap, pendapat ini tidak benar. Tim peneliti dari teleskop Gemini menyatakan bahwa lubang hitam yang lebih kecil ternyata lebih rakus dan lebih cepat menarik materi sekitarnya. 

Pengamatan terhadap lubang hitam di galaksi berjarak sekitar 22 juta tahun cahaya mungkin akan mengubah pemikiran manusia tentang bagaimana lubang hitam mampu menghisap materi di sekitar alam semesta. 

Lubang Hitam Kecil Lebih Rakus


Wilayah M101 ULX-1 merupakan lokasi ultar bercahaya, setidaknya bersinar satu juta kali lebih terang daripada matahari yang dapat dilihat dari akresi disk (sinar-X) dan bintang pendampingnya (pada posisi pengamatan sinar ultraviolet). Lubang hitam biner jenis ini bukan pertama kali ditemukan, lubang hitam dan bintang akan mati dalam waktu sehingga tidak akan sampai pada galaksi kita, ada kemungkinan bahwa lubang hitam ini ganda.

lubang hitam, M101 ULX-1

Menurut tim peneliti Stephen Justham dari Observatorium Astronomi Nasional Cina, lubang hitam harus menghisap materi yang mendekati batas teoritis dimana mereka akan mengkonsumsi dalam upaya mempertahankan energi yang dikeluarkan. Ketika lubang hitam menarik kedalam batas-batas penarikan materi, maka materi tidak akan mampu mempertahankan dan akhirnya tertarik. Hal ini membuat lubang hitam terlihat mengkonsumsi sangat cepat.

Sumber X-ray melepaskan energi sinar-X tinggi dan rendah (astronom menyebutnya sinar-X keras dan lunak), lubang hitam yang besar cenderung menghasilkan sinar-X lebih lembut sementara lubang hitam yang lebih kecil akan menghasilkan sinar-X relatif keras. Sumber inilah disebut M101 ULX-1 yang di dominasi oleh sinar-X lembut, sehingga para peneliti mengharapkan adanya penemuan lubang hitam yang jauh lebih besar dan dianggap sebagai sumber.

Sebuah model teoritis digunakan untuk meneliti bagaimana materi terhisap kedalam lubang hitam dan memancarkan energi sinar-X lunak, terutama energi yang berasal dari akresi. Sedanghkan sinar-x keras biasanya dihasilkan dari energi tinggi atau korona disk. Model yang digunakan para peneliti ini menunjukkan bahwa kekuatan emisi korona seharusnya meningkat seiring dengan pertambahan materi yang dekat dengan batas teoritis konsumsi. Sementara interaksi antara disk dan korona mungkin bisa menjadi lebih kompleks.

Teori ini telah diusulkan dimana para ilmuwan menerangkah bahwa lubnag hitam yang memiliki massa rendah akan menarik materi dengan cepat dan sinar-X bersinar terang. Akan tetapi mekanisme tersebut meninggalkan jejak spektrum pemancaran sinar-X dimana sistem ini tidak ditampilkan. Inilah yang menyebabkan lubang hitam yang memiliki massa 20 hingga 30 kali massa matahari mampu menarik materi pada tingkat dekat tetapi relatif tenang. Dengan kata lain materi yang tertarik kedalam lubang hitam tersebut tidak tersedot dengan cepat.

Para astronom berharap untuk dapat mempelajari lebih jauh tentang lubang hitam yang setara dengan kelas yang diterangkan diatas, baik pengamatan pada tingkat kecerahan (sumber X-ray) atau pada kelompok bintang. Menurut Joel Bregman, masih banyak ilmuwan yang berfikir bahwa semua itu hanya masalah waktu hingga mereka menemukan bukti pada lubang hitam massa menengah di wilayah M101 ULX-1. Dan penemuan teleskop Gemini diharapkan akan memecahkan misteri tentang bagaimana lubang hitam dapat menarik materi dengan tenang.

Diharapkan pada masa mendatang, penelitian ini akan terus berkembang dan membuat misteri hilangnya materi alam semesta kedalam lubang hitam semakin cepat terpecahkan. Dan yang perlu digaris bawahi adalah lubang hitam yang berukuran lebih kecil ternyata jauh lebih berbahaya dan lebih mengkhawatirkan.

Referensi:


Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.