Ads Top


Ilmuwan Buktikan: Alam Semesta Adalah Hologram

Teori yang paling menarik dan mendapat kredibilitas akhir-akhir ini adalah salah satu teori yang menunjukkan bahwa alam semesta merupakan hologram. Studi baru yang dipimpin tim Maldacena dari Kyoto University dan National Science Foundation, yang dipublikasi Cornell University Library pada 21 Nov 2013, menegaskan bahwa mereka telah membuktikan kebenaran konsep alam semesta hanya hologram.

Jika kita hidup dalam hologram dan membuat semua pemikiran itu hanya sebatas alam semesta normal, tidak ada cara yang lebih tepat untuk mengetahui atau membuktikan bahwa kita berada pada hologram dan bagaimana semua itu bisa terjadi? Perbandingan hologram alam semesta sering dibuat seperti halnya hologram pada umumnya, dimana teori ini membuktikan alam semesta dibangun dengan cara yang sama dan bagian dimensi lain memiliki kode lebih tinggi. Pada hologram umumnya hanya terdapat satu sisi bagain nyata, dimana permukaan yang lebih rendah merupakan kode hologram (tidak nyata). Dengan kata lain, jika melihat kaki pada hologram maka kita tidak bisa menyentuhnya karena dimensi ini hanya berupa hologram. Dasar inilah yang membuktikan adanya dimensi lain yang sama persis seperti alam yang ada saat ini.

Alam Semesta Hologram, Paradoks Kuantum Lubang Hitam


Dalam penelitian ini, tim Maldacena memberi bukti kuantitatif dalam mengukur dualitas garvitasi pada tingkat gravitasi kuantum. Simulasi teori Gauge ganda dalam parameter sesuai dengan kuantum lubang hitam, dimana hasilnya persis dengan prediksi penguapan pada lubang hitam termasuk koreksi gravitasi kuantum. Teori Gauge ganda memberikan gambaran lengkap tentang sifat kuantum pada penguapan lubang hitam, dengan kata lain bahwa manusia benar-benar hidup di hologram alam semesta.

lubang hitam, alam semesta

Temuan fakta bahwa lubang hitam memancarkan partikel, akhirnya akan mengungkap teori Hawking tentang paradoks. Pandangan tentang paradoks telah menimbulkan perdebatan panjang sejak adanya klaim dasar hukum mekanika bisa saja dilanggar. Beberapa analisis baru mengajukan penggunaan teori superstring, teori gravitasi kuantum yang konsisten, maka jika saja deskripsi hologram kuantum lubang hitam berdasarkan pada dualitas alat ukur, informasi tersebut tidak hilang dan mekanika kuantum tetap berlaku. 

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Masanori Hanada, Yoshifumi Hyakutake, Goro Ishiki dan Jun Nishimura, mereka adalah ilmuwan yang pertama kali mengukur dualitas gravitasi pada komputer tingkat kuantum. Lubang hitam yang diperoleh pada simulasi di Monte Carlo memproduksi kuantum gravitasi, dimana lubang hitam menguap, hasil ini membuka perspektif baru terhadap kuantum gravitasi karena setiap orang dapat membuat simulasi kuantum lubang hitam melalui teori ganda Gauge.

D-Branes

Pada tahun 1974, Hawking telah menyadari bahwa lubang hitam harus memancarkan partikel hitam sempurna. Hal ini disebabkan efek kuantum dalam ruang sekitar dan bahwa lubang hitam akhirnya harus menguap sepenuhnya. Temuan ini dibuat lebih akurat oleh Bekenstein dalam analogi yang erat antara hukum lubang hitam dan termodinamika, tetapi menimbulkan perdebatan ilmiah yang panjang mengenai informasi paradoks yang hilang. Sebagai contoh, jika kita melempar kertas kedalam lubang hitam, sementara lubang hitam menguap (kertas menghilang), semua yang kita amati adalah radiasi hitam, maka informasi (tulisan) dalam kertas hilang selamanya. Padahal dasar hukum mekanika kuantum mengaskan bahwa seharusnya informasi awal tidak boleh hilang.

Misteri argumen Hawking terus menimbulkan banyak tanda tanya, apakah hukum mekanika seharusnya dilanggar atau harus bagaimana memodifikasi efek kuantum garvitasi? Dalam mengatasi paradoks ini, perlu membangun bagian mikroskopis lubang hitam dan memberikan penjelasan statistik yang disebut Mekanika Lubang Hitam Entropi. Memang terlihat cukup berat dalam praktek relativitas umum karena teorema menyatakan bahwa lubang hitam ditandai adanya beberapa parameter.

Di tahun 1990-an, teori superstring berhasil menjelaskan entropi lubang hitam (kelas khusus lubang hitam) yang tidak menguap. Teori superstring tidak hanya berisi string tetapi juga solitan yang disebut D-Brane sebagai materi fundamental. Bagian Bound dari D-Brand sangat berat sehingga terlihat seperti lubang hitam yang sama. Bagian yang terikat dapat diartikan sebagai bagian mikroskopis, dan jumlah bagian tersebut menjelaskan secara tepat tentang entropi lubang hitam, tetapi paradoks masih tetap sejak informasi lengkap penguapan terjadi pada lubang hitam.

Untuk menyelesaikan paradoks tersebut, Maldacena dan timnya mengukur dengan dugaan dualitas gravitasi yang dapat dipandang sebagai realisasi lengkap dari prinsip hologram alam semesta yang diusulkan oleh Hoft dan Susskind. Dugaan ini berkaitan dengan berbagai lubang hitam yang tercipta dari D-Brane dalam teori superstring dan diperkuat dengan teori Gauge, dimana nantinya tidak ada materi yang kehilangan informasi.

Jadi, jika kita masih berpikir masih hidup dalam alam semesta yang normal, kemungkinan besar semua itu salah besar. Karen dunia ini sebenarnya fana, tidak nyata, dimana bukti itu bisa terlihat pada fenomena alam yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Perhitungan ini membuktikan bahwa alam semesta bisa saja merupakan hasil proses yang terjadi dalam dimensi yang lebih rendah, atau disebut hologram.

Referensi

Holographic description of quantum black hole on a computer, High Energy Physics Phenomenology. Complete PDF: YITP-13-96, KEK-TH-1686 via Cornell University Library. Image NASA's NuSTAR Helps Solve Riddle of Black Hole Spin via NASA

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.