Ads Top


Ilmuwan Buktikan, Aktivitas Matahari Bukan Penyebab Perubahan Iklim

Iklim dunia semakin tidak stabil, cuaca panas dan hujan tidak menentu membuat banyak ilmuwan semakin mencari penyebab perubahan iklim. Diantaranya dugaan perambahan hutan, meningkatnya jumlah karbon dioksida sejalan perkembangan industri, dan yang terakhir dugaan peningkatan aktifitas matahari.

Tapi, ilmuwan Andrew Schurer dari University of Edinburgh School of Geoscience baru-baru ini telah membuktikan bahwa perubahan iklim ternyata tidak dipengaruhi oleh variasi aktifitas panas matahari. Analisa ini secara tidak langsung menolak pandangan ilmiah sebelumnya bahwa periode panjang perubahan cuaca panas dan dingin di masa lalu mungkin disebabkan fluktuasi periodik aktifitas matahari. Hasil penelitian Andrew Schurer diterbitkan pada Nature GeoScience pada 22 Desember 2013.

Gas Rumah Kaca Penyebab Perubahan Iklim


Dalam penelitian yang didukung Natural Environment Research Council, Dr Andrew Schurer dari University of Edinburgh School of Geoscience mengatakan bahwa sampai detik ini pengaruh matahari pada iklim masa lalu telah di salah pahami. Penelitian ini diharapkan akan membantu ilmuwan lainnya untuk memahami tentang bagaimana suhu telah berubah dari waktu ke waktu. Dari data beberapa abad yang lalu menunjukkan prediksi peningkatan suhu akan terjadi di masa mendatang, hubungan antara aktifitas matahari dan musim dingin di Inggris saat ini masih di eksplorasi. 

Tim peneliti yang dipimpin Schurer telah memeriksa data penyebab perubahan iklim dibelahan bumi utara sejak 1000 tahun terakhir. Hingga tahun 1800, diperkirakan penyebab utama perubahan periodik iklim disebebkan letusan gunung berapi. Situasi ini sebenarnya cenderung mencegah sinar matahari mencapai bumi, dimana fenomena bencana alam akan mengakibatkan musim dingin dan panas berkepanjangan. 

Sejak manusia mengenal teknologi industri, hal ini bisa terlihat ketika dimulainya transportasi kereta api yang menggunakan mesin uap pada tahun 1900. Di abad ke-19 manusia mulai melebarkan bisnis industri sehingga menghasilkan gas rumah kaca, efek karbon dioksida berlebihan telah menjadi penyebab utama perubahan iklim. Efek rumah kaca terjadi karena adanya peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) dan gas-gas lain yang berada dilapisan atmosfer. Selain karbon dioksida, belerang, nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), gas metana dan klorofluorokarbon (CFC), juga dapat menimbulkan efek rumah kaca. 

Kenaikan konsentrasi gas karbon dioksida disebabkan meningkatnya pembakaran (bahan bakar, batu bara dan bahan bakar organik) yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk menyerap karbon dioksida. Pada dasarnya, bumi kekurangan hutan sehingga energi yang masuk ke Bumi akan dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer sebanyak 25 persen, 25 persen diserap awan, 45 persen diserap permukaan bumi, dan 5 persen akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi.

aktifitas matahari, perubahan iklim, solar flare

Para ilmuwan dari University of Edinburgh melakukan penelitian dengan menggunakan catatan suhu yang terjadi di masa lalu, dan beberapa sumber sejarah lainnya. Studi ini secara langsung membandingkan, merekam data yang telah diperoleh dengan model berbasis komputer sehingga menampilkan perubahan yang signifikan terhadap peran aktifitas matahari. Model ini menunjukkan perubahan yang terjadi akibat aktifitas matahari berdampak kecil pada perubahan suhu di tahun-tahun terakhir. 
Penelitian ini menarik kesimpulan bahwa periode aktifitas matahari ternyata rendah dan tidak bisa dikaitkan dengan adanya perubahan iklim yang berdampak besar bagi kehidupan di Bumi.
Aktifitas matahari rendah terjadi selama periode tahun 1450 hingga 1850 dan mungkin sinar matahari telah memaksa suhu hangat diwilayah tertentu selama perubahan iklim abad pertengahan. Disini peneliti membandingkan jejak iklim akibat aktifitas matahari tinggi dan rendah yang terjadi dipermukaan bumi selama milenium terakhir. Aktifitas matahari sebenarnya tidak memaksa perubahan iklim dan mungkin hanya memberikan efek kecil pada iklim di kutub utara selama 1000 tahun terakhir.

Yang menjadi pokok permasalahan dan analisis kuat tertuju pada aktifitas industri yang melepaskan karbon dioksida, gas rumah kaca, bahkan letusan gunung berapi juga ikut menyebabkan perubahan paling penting selama periode tahun-tahun terakhir. Hal ini tentunya menjadi pertimbangan penyebab perubahan iklim, bahwa selama ini ilmuwan lebih terfokus pada aktifitas matahari tetapi tidak memperhitungkan seberapa besar efel gas rumah kaca.

Referensi


Small influence of solar variability on climate over the past millennium, Nature Geoscience, 2013. Image NASA's Solar Dynamics Observatory captured this image of the X1.2 class solar flare on May 14, 2013, wavelength of 304 angstroms, credit to NASA/SDO 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.