Ads Top

Genus Homo Neanderthal Dan Budaya Pemakaman Kuno


Baru-baru ini temuan mengejutkan tentang fakta manusia kuno, bahwa genus homo Neanderthal mengubur mayat keluarga mereka berdasarkan penelitian selama 13 tahun pada fosil tulang belulang purba yang ditemukan di barat daya Prancis. Temuan ini menambah sederetan dokumentasi kehidupan masa lalu tentang kedatangan manusia modern.

Menurut William Rendu, seorang peneliti dari International Research in the Humanities and Social Sciences (CIRHUS), New York, penemuan tersebut tidak hanya menerangkan keberadaan sistem penguburan mayat Neanderthal di wilayah Eropa Barat, tetapi juga mengungkapkan kapasitas kognitif yang realtif canggih untuk mendapatkan informasi lebih jauh tentang kebudayaan dan perkembangan peradaban.

Temuan Makam Genus Homo Neanderthal


Yang menjadi pertanyaan selama ini, apakah genus homo Neanderthal benar-benar memiliki budaya dan kecerdasan yang hampir mirip dengan manusia modern? Ataukah kehidupan mereka sangat primitif tanpa budaya dan tradisi? Maka penelitian yang dilakukan tim arkeolog William Rendu nantinya akan memunculkan pertanyaan baru, bahwa Neanderthal memiliki budaya dan tradisi dimana dalam penguburan mayat belum bisa dipastikan apakah hal ini tradisi budaya atau ritual.

Neanderthal merupakan anggota genus Homo yang telah punah dan berasal dari priode zaman Pleistosen, dimana spesimen manusia purba paling banyak ditemukan di daerah Eropa, Asia barat dan tengah. Sebagai sub spesis manusia, Neanderthal pertama muncul di Eropa sekitar 600 ribu hingg 350 ribu tahun lalu (proto-Neanderthal). Di Italia selatan telah ditemukan beragam peralatan kehidupan yang digunakan secara umum, peralatan yang meliputi alat memancing, berburu, serta peralatan lain yang terbuat dari tulang dan batu.

Arkeolog sepakat, bahwa Neanderthal terpisah dari garis evolusi manusia sekitar 500 ribu tahun lalu dan lenyap dari permukaan bumi sekitar 30 ribu tahun lalu. Spekulasi mulai bermunculan dengan dugaan yang berkaitan dengan kepunahan Neanderthal, diantaranya ada yang berpendapat bahwa Neanderthal mati dibunuh oleh manusia modern atau punah disebabkan mayoritas Homo Sapiens yang aktif berkembang. Spekulasi terakhir menyebutkan, Neanderthal punah karena adanya letusan gunung berapi didaerah Italia dan pegunungan Kaukasus yang terjadi sekitar 40 ribu tahun yang lalu.

Temuan yang memusatkan penelitian pada fosil genus homo Neanderthal yang pertama kali ditemukan pada tahun 1908 di La Chapelle, wilayah Barat Daya kota Prancis. Tulang belulang tersebut terawat baik, pada waktu itu excavator telah menandai lokasi pemakaman yang dibuat oleh pendahulu manusia modern awal. tetapi kesimpulan yang diberikan telah memicu kontroversi dalam komunitas ilmiah, beberapa diantaranya tetap skeptis untuk mempertahankan pendapat bahwa penemuan itu disalah artikan dan penguburan mungkin saja secara tidak sengaja.

Genus Homo Neanderthal, ritual pemakaman

Sejak tahun 1999, Rendu dan rekan-rekan tim lain termasuk peneliti laboratorium PACEA dari University of Bordeaux Archéosphère dan atas dukungan perusahaan riset swasta, mulai menggali tujuh gua lainnya didaerah yang pertama kali menemukan fosil Neanderthal tersebut. Dalam penggalian dan riset yang panjang, mereka menyimpulkan analisa pada tahun 2012, dimana ilmuwan menemukan manusia Neanderthal dengan dua anak dan satu orang dewasa, dan didalam pemakaman itu juga ditemukan tulang bison dan rusa.

Sebaliknya, dalam penggalian itu mereka tidak menemukan tanda alat bukti yang memperkuat bahwa kerangka ditemukan pada awal tahun 1908. Analisis geologi mengalami tekanan kuat dimana sisa-sisa yang ditemukan menjelaskan bahwa semua itu bukan merupakan fitur alami yang berasal dari gua. Sebagai bagian dari analisis ini, tim arkeolog juga memeriksa kerangka manusia yang ditemukan pada tahun 1908. Temuan tulang bisan dan rusa sangat berbeda dengan tulang Neanderthal dimana pada fosil tersebut terdapat beberapa retakan tulang, tidak ada yang terkait dengan pelapukan dan tidak ada tanda-tanda adanya gangguan hewan.

Analisa ini relatif murni, kerangka yang ditemukan berusia kurang lebih 50 ribu tahun dan menunjukkan bahwa kehidupan saat itu genus homo Neanderthal mengubur mayat keluarganya. Hal ini sangat mendukung kesimpulan arkeolog yang menyatakan bahwa genus homo Neanderthal yang hidup di wilayah Eropa telah lama melakukan tradisi penguburan mayat, tetapi untuk sementara masih belum bisa dipastikan, apakah praktek penguburan mayat adalah bagian dari ritual atau hanya pragmatis.

Referensi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.