Ads Top

Fosil Kuda Kuno Asal Afrika Berusia 4,4 Juta Tahun


Tim ilmuwan dari Case Western Reverse University mengumumkan penemuan fosil berusia 4,4 juta tahun merupakan spesis baru kuda kuno yang diperoleh dari Ethiopia. Ukuran kuda ini relatif kecil, jenis zebra yang biasa berada di Afrika, tim peneliti memberi nama spesis ini Eurygnathohippus Woldegabrieli.

Menurut ahli kuda Raymond L Bernor yang memimpin analisis fosil dari Laboratory of Evolutionary Biology, Howard University College of Medicine berlokasi di Washington DC, tulang yang kini berada di Museum Nasional Ethiopia menjelaskan bahwa hewan ini berbeda secara signifikan dibanding fosil kuda yang berusia 5 juta tahun. Spesis ini diperkirakan berusia 3,5 juta tahun dan lebih muda dimana anggota kelompok spesis lebih tinggi dan memiliki hidung panjang, hal ini karena adaptasi lebih lanjut pada padang rumput terbuka.

Temuan Fosil Kuda Kuno


Gona, wilayah yang terletak di segitiga Afar, Arfika Rift Valley, telah menghasilkan beragam situs arkeologi tertua di dunia dengan temuan peralatan batu sangat awal berusia sekitar 2,5 juta tahun lalu. Catatan arkeologi dari Gona berisi situs yang mencakup berbagai fosil zaman batu dari periode yang berbeda. Di mulai dari priode Oldowan, kamudian Acheulen, hingga priode zaman batu tengah. 

Arkeolog yang bertugas di Gona setidaknya telah menemukan fosil Hominid awal dari berbagai periode waktu termasuk Ardipithecus berusia 4,5 juta tahun, kemudian genus Homo awal berusia 1,7 juta tahun dan Homo Erectus berusia 1 juta tahun. Penelitian disini mendokumentasikan evolusi biologis manusia purba dan munculnya perkembangan dalam pembuatan alat batu, serta budaya masa lalu manusia purba.

kuda kuno, Hypohippus

Nama spesis Eurygnathohippus woldegabrieli diambil dari nama ahli geologi Giday WoldeGabriel yang mendapatkan gelar PhD di Case Western Reserve pada tahun 1987. Dari fosil yang ditemukan, kuda kuno diperkirakan memiliki tiga kuku, hidup disekitar padang rumput dan hutan semak di Afar Region. Temuan ini dipublikasi pada Journal of Vertebrate Paleontology bulan November lalu.

Menurut tim arkeologi, temuan fosil kuda itu setidaknya mengisi celah dalam sejarah evolusi kuda kuno, juga berperan penting untuk mengetahui dokumentasi usia sebuah wilayah fosil dalam merekonstruksi habitat manusia kuno saat itu. Fosil kuda tersebut merupakan salah satu bagian dari teka teki yang sangat kompleks dengan banyak potongan.

Para peneliti pertama kali menemukan fosil Eurygnathohippus Woldegabrieli pada tahun 2001 di daerah Gona, Afar Region. Kuda ini diperkirakan hidup diantara beragam hewan yang hidup di daerah yang sama dengan nenek moyang manusia kuno Ardipithecus Ramidus, atau sering disebut Ardi. Tim arkeolog berusaha menyebar dalam mengembangkan survei fosil di tanah tandus dan kering, Ethiopia. Diantara fosil kuda kuno yang ditemukan adalah dua ujung tulang kaki depan (kanon) dimana fosil tersebut masih terawat baik terkubur di tanah merah.

Setahun kemudian, tim arkeolog kembali menemukan bagian poros yang menghubungkan fosil sebelumnya. Tulang panjang dan ramping menunjukkan kuda kuno adalah spesis pelari yang mahir, sangat mirip dengan zebra modern dan analisis gigi menunjukkan bahwa hewan tersebut sangat bergantung pada rumput di lungkungan hutan. Kaki kuda diperkirakan lebih panjang daripada kuda kuno yang hidup sekitar 6 juta hingga 10 juta tahun lalu. Perubahan itu membantu kuda yang lebih baru (generasi selanjutnya )menutupi jarak selama mereka melarikan diri dari kejaran singa dan hewan buas lainnya.

Dari fosil gigi yang telah ditemukan, diperkirakan ukurannya lebih tinggi dari nenek moyang mereka dengan mahkota datar. Menurut analisa komposisi isotop enamel menyebutkan bahwa tanda ini merupakan adaptasi kuda dalam kehidupan memakan rumput. Spesis ini menggunakan gigi bawah dan meninggalkan tanda karakteristik serta goresan pada gigi sehingga arkeolog meyakini bisa merekonstruksi bentuk aslinya.

Referensi

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.